Jumat, 14 Mei 2021 17:15 WIB

4 Fakta Lockdown Sebulan Singapura, WFH Lagi Gara-gara Diamuk COVID-19

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Air Mancur Jewel Changi Singapura Foto: (Randy/detikcom)
Jakarta -

Singapura mengumumkan lockdown ketat hingga sebulan ke depan. Selain jumlah kasus meningkat, diduga terjadi penularan yang tidak terkendali.

Tercatat sebanyak 24 kasus penularan lokal terjadi pada Kamis (13/5/2021), tertinggi sejak pertengahan September.

Beberapa fakta seputar lockdown ketat Singapura terangkum sebagai berikut.

1. Berlaku sebulan

Pembatasan ketat atau lockdown akan berlaku di Singapura selama 4 pekan, mulai pada Minggu (16/5/2021) hingga Minggu (13/6/2021).

Dikutip dari Reuters, akan ada evaluasi setelah dua pekan untuk menentukan apakah perlu ada penyesuaian.

2. Dilarang dine-in

Beberapa aktivitas yang terdampak lockdown antara lain pertemuan maupun kunjungan ke rumah dibatasi maksimal hanya dua orang, dari sebelumnya maksimal lima orang. Work from home atau WFH akan kembali diwajibkan, makan di restoran atau dine in akan dilarang.

3. Ada subsidi

Terkait larangan dine in, Singapura memberi subsidi kepada pengusaha restoran serta pelonggaran sewa tempat usaha.

4. Jumlah kasus meroket

Dikutip dari The Sydney Morning Herald, jumlah kasus baru tercatat 71 kasus dalam sepekan terakhir, meningkat dari 48 kasus pada pekan sebelumnya. Jumlah kasus harian tercatat 24 kasus pada Kamis (13/5/2021), tertinggi sejak pertengahan September.

Klaster Changi Airport menjadi klaster terbesar dengan 46 kasus. Dikhawatirkan, pelancong telah menularkan virus ke staf airport meski sudah berlaku karantina ketat.



Simak Video "Singapura Putuskan Lockdown Sebulan, Ini Fakta-fakta Lengkapnya"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)