Sabtu, 15 Mei 2021 06:00 WIB

AS Sudah Tak Wajibkan Masker-Jaga Jarak, Warga Malah Ketakutan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Protect yourself with mask concepts on covid-19 virus outbreak in america.body health care.medical equipment.demand and supply.hope and solution Foto: Getty Images/iStockphoto/HAKINMHAN
Jakarta -

Amerika Serikat makin melonggarkan aturan pakai masker dan jaga jarak, tidak lagi wajib bagi yang sudah vaksinasi penuh. Namun panduan terbaru ini malah disikapi sebagian warga dengan ketakutan.

"Saya cemas dengan ini," kata Allison Douma, warga Washington DC, dikutip dari Reuters, Sabtu (15/5/2021).

"Saya cuma nggak merasa aman karena laju vaksinasi melambat, dan saya mengkhawatirkan mutasi," kata Allison yang sudah divaksinasi penuh bulan lalu.

Meski begitu, ada pula yang sejak awal tidak percaya bahwa masker bisa melindungi mereka dari COVID-19. Salah satunya di Texas, yang sejak Maret sudah tidak mewajibkan penggunaan masker.

"Orang tidak memakainya sejak awal," kata Riker Beauchamp, seorang pekerja restoran pizza di Lubbock.

Di banyak tempat di AS, orang-orang sudah tidak disiplin menggunakan masker sejak beberapa bulan terakhir. Survei yang dilakukan University of Southern California Dornsife Center for Economic and Social Research menunjukkan, hampir separuh warga AS tidak memakai masker bahkan saat COVID-19 mencapai puncaknya.

AS melalui The Centers of Disease Control and Prevention (CDC) telah semakin melonggarkan aturan pakai masker dan jaga jarak. Seseorang yang sudah dinyatakan vaksinasi penuh tidak lagi wajib mematuhinya, kecuali di tempat-tempat tertentu seperti transportasi umum dan tempat kerja yang masih mewajibkan.

"Jika Anda sudah divaksinasi dan Anda memutuskan untuk melepas masker, Anda aman. Jika Anda belum divaksinasi, maka Anda memutuskan untuk ambil risiko," kata Direktur CDC Dr Rochelle Walensky.



Simak Video "Warga AS Khawatir dengan Aturan Tak Wajib Pakai Masker Usai Vaksinasi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)