Sabtu, 15 Mei 2021 09:12 WIB

Bak Perang Lawan Corona, PM India: Ilmuwan-Nakes Kerja Siang dan Malam

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
A nine year old boy, left, in personal protective equipment performs rituals during the cremation of his father who died of COVID-19 in Gauhati, India, Monday, Sept. 28, 2020. India’s confirmed coronavirus tally has reached 6 million cases, keeping the country second to the United States in number of reported cases since the pandemic began. (AP Photo/Anupam Nath) Foto: AP/Anupam Nath
Jakarta -

Perdana Manteri India Narendra Modi memberikan 'alarm' bagi warganya usai tiga hari berturut-turut mencatat angka kematian Corona di atas 4 ribu kasus. Infeksi Corona di India kini melampaui 24 juta orang.

Menurut Modi, India bak berperang dengan varian Corona B1617 yang pertama kali ditemukan saat ledakan COVID-19 terjadi. Pasalnya, varian tersebut sangat mudah menular dan menyebabkan seluruh RS kewalahan karena pasien Corona tak kunjung henti berdatangan.

"Wabah mencapai daerah pedesaan dengan kecepatan tinggi," katanya, berbicara kepada petani dalam konferensi virtual.

"Semua departemen pemerintah, semua sumber daya, angkatan bersenjata kami, ilmuwan kami, semua orang bekerja siang dan malam untuk melawan COVID-19, bersama-sama," katanya.

Kondisi Corona di perayaan Idulfitri

Saat Lebaran, para muslim di India sebagian besar salat Id di rumah. Sebab, banyak wilayah yang tengah menerapkan lockdown termasuk menutup akses ke masjid dan rumah ibadah lainnya.

"Hal baiknya adalah semua orang mengikuti dan merayakan Idul Fitri di dalam rumah mereka," kata Maulana Khalid Rashid, seorang ulama di kota Lucknow, kepada kantor berita ANI, mitra Reuters.

Krematorium kewalahan

Akhir-akhir ini, potret mengambangnya ratusan mayat di Sungai Gangga, India, jadi sorotan banyak orang. Beberapa warga hingga pakar menduga jenazah tersebut pasien Corona yang tak bisa dikremasi di tempat krematorium lantaran sudah tak ada lagi persediaan kayu bakar.

Saran Jurnal medis The Lancet, pembatasan mobilitas dan langkah-langkah dukungan internasional sangat dibutuhkan untuk membendung krisis kesehatan masyarakat yang belum pernah terjadi sebelumnya di India.

Akankah India lockdown nasional?

PM Modi di bawah tekanan permintaan lockdown nasional. Namun, para pakar medis di India skeptis penerapan tersebut akan efektif di negaranya.

"Kami menyadari kecemasan yang ditunjukkan oleh pengamat internasional tetapi Anda tidak dapat 'membungkus seluruh India menjadi satu selimut'," kata K Srinath Reddy, Presiden Yayasan Kesehatan Masyarakat India dalam diskusi panel, dikutip dari Channel News Asia.

Tentang varian Corona India B1617

Varian yang menyebar cepat dan pertama kali ditemukan di India telah menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia. Ini telah menyebabkan wabah besar di negara-negara tetangga seperti Nepal, dan juga telah terdeteksi jauh di Inggris, Amerika, dan tempat lain di Asia.

Modi mengizinkan semua orang dewasa di India untuk mulai divaksinasi per 1 Mei. Namun, meski India adalah produsen vaksin terbesar di dunia, permintaan pasokan vaksin Corona dunia yang sangat besar telah membuat persediaan negaranya sendiri sangat rendah dan vaksinasi cenderung melambat.

Hingga Jumat, mereka telah memvaksinasi penuh lebih dari 39,4 juta orang, atau sekitar 2,9 persen dari populasi. Pemerintah telah berjanji untuk mempercepat program vaksin Corona dalam beberapa bulan mendatang.



Simak Video "India Tak Ingin B1617 Disebut 'Varian Corona India'"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)