Sabtu, 15 Mei 2021 18:01 WIB

Terpopuler Sepekan

Satgas Angkat Bicara soal 4.123 dari 6.742 Pemudik Positif COVID-19

Ardela Nabila - detikHealth
Petugas Puskesmas Karangsambung, Kabupaten Bekasi, melakukan tes swab antigen di posko kesehatan, Jumat(7/5/2021). Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto mengatakan lebih dari 4.000 orang pemudik dilaporkan positif COVID-19.

Laporan tersebut didapatkan dari hasil random test atau tes acak yang dilakukan di sejumlah jalur mudik. Menurut Airlangga, pihaknya telah melakukan pemeriksaan acak tersebut kepada lebih dari 6.000 orang di 381 lokasi pos penyekatan mudik dan Operasi Ketupat.

"Jumlah pemudik yang dilakukan random testing, dari 6.742 konfirmasi positif 4.123 orang," ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual, Senin (10/5/2021).

Dari total jumlah tersebut, kata Airlangga, sebanyak 1.686 orang langsung menjalani isolasi mandiri dan 75 orang menjalani perawatan di rumah sakit. Airlangga turut menyebutkan terdapat 41.000 kendaraan yang harus kembali ke tempat asal keberangkatan.

"Operasi kendaraan atau Operasi Ketupat jumlah diperiksa kendaraan 113.694, putar balik 41.097, dan pelanggaran travel gelap 306 kendaraan," pungkasnya.

Menanggapi persoalan tersebut, juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengimbau agar data yang disampaikan oleh Airlangga dapat dipahami dengan utuh. Menurutnya, apa yang disampaikan Airlangga merupakan pengumpulan data.

"Mohon jangan dilihat sebagai yang positif dan itu dilakukannya hanya di masa mudik saja, peniadaan mudik saja itu adalah yang benar, bukan begitu. Jadi ini adalah pengumpulan data," jelas Wiku dalam jumpa pers virtual terpisah, Kamis (13/5/2021).

Wiku menyebutkan, pengadaan tes acak serta penyekatan-penyekatan yang terdapat di sejumlah lokasi bertujuan untuk memastikan agar para pemudik tidak melanjutkan perjalanan apabila dalam kondisi sedang tidak sehat.

"Jangan sampai nanti semuanya yang sakit akhirnya dites juga positif. Jadi kita akan menggarami laut. Maka dari itu screening-nya yang kita lakukan sekarang itu berlapis sejak dari tempat keberangkatan," tutur Wiku.



Simak Video "Ini Cara Biar Nggak Tertipu Tes Antigen Bekas!"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)