Minggu, 16 Mei 2021 07:19 WIB

Jangan Iri Ya! Tempat Wisata di AS Mulai Longgarkan Aturan Pakai Masker

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta -

Di Indonesia, membludaknya pengunjung tempat-tempat wisata menjadi horor tersendiri pada libur lebaran 2021. Beda banget dengan Amerika Serikat yang bahkan sudah semakin melonggarkan aturan pakai masker.

Disney World di Orlando, Florida, misalnya. Mulai 15 Mei mulai membebaskan pengunjung untuk tidak pakai masker di area outdoor. Meski demikian, masker tetap diwajibkan di area tertentu terutama indoor.

Kondisi serupa juga terjadi di Universal Orlando yang tidak lagi mewajibkan pengunjung untuk pakai masker di area outdoor.

"Masker wajah masih akan dibutuhkan di semua lokasi indoor, termasuk restoran, perbelanjaan, dan area publik di hotel," kata perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Minggu (16/5/2021).

SeaWorld Entertainment mengatakan masker tidak lagi diwajibkan bagi pengunjung yang sudah vaksinasi penuh. Kebijakan ini berlaku di SeaWorld Orlando, San Antonio, Busch Garden Tampa Bay, Discovery Cove, Aquatica Orlando, Aquatica San Antonio, Busch Gardens Williamsburh, dan Water Country USA.

"Semua pegawai taman bermain tetap harus menggunakan masker wajah," kata juru bicara SeaWorld.

Hari ini kawasan Pantai Carita, Pandeglang, Banten, dipadati oleh pengunjung. Pengunjung tumpah ruah bermain di area pantai.Pengunjung membludak di Pantai Carita, Anyer. Foto: Rifat Alhamidi

The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) baru-baru ini melonggarkan aturan pakai masker dan jaga jarak. Keduanya tidak lagi diwajibkan bagi warga yang sudah vaksinasi penuh. Kebijakan ini tidak berlaku di tempat-tempat tertentu, seperti transportasi umum dan tempat kerja yang masih mewajibkan pakai masker.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama menyebut ada banyak faktor yang membuat AS berani melonggarkan aturan tersebut. Selain kecenderungan epidemiologis terkait naik turunnya jumlah kasus dan kematian, juga terkait cakupan vaksinasi.

"Di Amerika Serikat sampai 14 Mei sudah ada lebih dari 59 persen penduduk yang divaksin setidaknya satu kali," kata Prof Tjandra kepada wartawan baru-baru ini.

(up/up)