Minggu, 16 Mei 2021 07:37 WIB

Babi Bisa Bernapas Lewat Dubur, Bisakah Manusia Melakukannya?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
close up of a pigs face on a truck, behind bars Ilustrasi babi (Foto: Getty Images/iStockphoto/pidjoe)
Jakarta -

Beberapa hewan mamalia punya kemampuan luar biasa, yakni bernapas dengan usus. Para ilmuwan sedang mencari tahu apakah manusia juga bisa melakukannya.

Lho buat apa?

Selama pandemi COVID-19, banyak rumah sakit kehabisan ventilator. Alat bantu pernapasan ini sangat vital, bekerja dengan mendorong udara langsung ke paru-paru untuk memasukkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida.

Agar tidak kewalahan saat kehabisan ventilator, para ilmuwan mencari cara baru memompakan oksigen ke dalam tubuh. Namun teknik yang ada saat ini, extracorporeal membrane oxygenation (ECMO), berisiko memicu perdarahan dan pembekuan darah.

Dalam rangka mencari solusi baru, para ilmuwan mempelajari beberapa hewan air seperti timun laut dan ikan Misgumus anguillicandatus yang bisa bernapas dengan usus. Selama ini, tidak ada yang tahu bahwa mamalia juga punya kemampuan serupa.

"Kami awalnya mengamati model mencit untuk melihat apakah kita bisa memasukkan oksigen lewat anus," kata Takanori Takebe dari Tokyo Medical and Dental University, dikutip dari Livescience.

Dalam risetnya, para peneliti menempatkan mencit di lingkungan dengan oksigen rendah. Hasilnya, mereka hanya bertahan 11 menit. Dengan ventilasi atau bantuan napas lewat anus, 75 persen tikus bertahan hidup selama 50 menit!

Para ilmuwan lalu mencobanya lagi dengan oksigen cair yang dimasukkan jalur yang sama, kali ini pada tikus, mencit, dan babi. Hasilnya dinilai cukup menjanjikan.

Dalam publikasi di jurnal Med, para ilmuwan menyebut masih butuh penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah pendekatan serupa cukup aman dan efektif pada manusia.



Simak Video "Ahli Virologi Berharap Covid-19 Semakin Bermutasi, Ini Alasannya..."
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)