Minggu, 16 Mei 2021 12:01 WIB

Round up

Corona Mengganas, Singapura-Malaysia Berlakukan Lockdown!

Yuviniar Ekawati - detikHealth
Singapura menggelar pemilihan umum (Pemilu) di tengah pandemi Corona, Jumat (10/7/2020). Pemilu digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. Negara tetangga Indonesia berlakukan lockdown. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Setelah mengalami penurunan kasus yang besar dan dianggap dapat mengendalikan pandemi Covid-19 di negaranya, beberapa negara ternyata mengalami peningkatan kasus kembali.

Berikut ini daftar negara-negara yang melakukan lockdown setelah adanya peningkatan jumlah kasus infeksi virus corona dikutip dari berbagai sumber.

1. Malaysia

Setelah lebih dari satu tahun sejak kasus pertama diumumkan, Malaysia berada dalam keadaan darurat yang membuat negaranya harus melakukan lockdown atau penguncian kembali, hal ini disampaikan oleh Muhyiddin Yassin, Perdana Menteri Malaysia.

Penguncian skala nasional ini dilakukan karena adanya lonjakan kasus virus corona dan varian baru yang sangat menular. Langkah-langkah lainnya juga dilakukan karena warga di negaranya sedang merayakan Idul Fitri.

Dikutip dari Reuters, jutaan warga muslim Malaysia harus meninggalkan tradisi-tradisi yang tiap tahun dilakukan sebelumnya seperti pulang ke kampung halaman selama libur lebaran ini.

Muhyiddin Yassin mengatakan semua perjalanan antar negara bagian dan antar distrik akan dilarang. Warga juga dilarang untuk melakukan pertemuan sosial, hal ini dikarenakan Malaysia sedang menghadapi gelombang ketiga virus corona.

"Malaysia menghadapi gelombang ketiga COVID-19 yang dapat memicu krisis nasional," kata Muhyiddin.

2. Singapura

Jumat lalu pemerintah Singapura mengumumkan akan melakukan pembatasan ketat kepada warganya agar tidak melakukan pertemuan sosial atau public. Hal ini dilakukan karena dalam seminggu lalu, Singapur mencatat adanya peningkatan jumlah infeksi COVID-19.

Dikutip dari Forbes, hal ini akan diberlakukan setidaknya hingga 13 Juni. Pertemuan di luar ruangan hanya akan dibatasi sebanyak dua orang meski berasal dari rumah yang sama. Sedangkan rumah, hanya boleh menerima maksimal dua tamu perhari.

Makan di restoran juga tidak dapat diizinkan, restoran yang beroperasi hanya bisa menawarkan pembelinya untuk produk tersebut diantar langsung ke rumah atau dibawa pulang.

Diketahui peningkatan kasus tersebut dikarenakan tingginya aktivitas di berbagai tempat, termasuk bandara Changi. Bandara Changi merupakan klister terbesar dengan 46 kasus sejauh ini, hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Lawrence Wong.

"Harap tetap di rumah, bepergian hanya untuk tugas penting saja dan ikuti permintaan pemerintah. Jika Anda keluar, ingat untuk melakukan tindakan jarak aman, seperti menggunakan Trace Together dan masker," kata Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Singapura pada akun Facebooknya.

Tak hanya negara di negara tetangga, Taiwan juga dilaporkan memberlakukan lockdown di sejumlah wilayahnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Singapura Putuskan Lockdown Sebulan, Ini Fakta-fakta Lengkapnya"
[Gambas:Video 20detik]