Minggu, 16 Mei 2021 15:01 WIB

Tok! Tarif Vaksinasi Gotong Royong Maksimal Rp 439.570 per Dosis

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Infografis Vaksinasi Gotong Royong Foto: Infografis detikcom/ Mindra Purnomo: Infografis Vaksinasi Gotong Royong
Jakarta -

Tarif pembelian vaksin COVID-19 untuk layanan vaksinasi gotong royong telah resmi ditetapkan pemerintah. Disebutkan, harga per dosisnya untuk vaksin buatan Sinopharm adalah Rp 321.660.

Namun, harga tersebut belum termasuk dengan tarif pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis. Oleh karena itu, apabila dijumlahkan, maka total harganya adalah 439.570 per dosis.

Penetapan harga ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021. Keputusan ini telah diteken oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 11 Mei 2021.

"Harga pembelian vaksin sebesar Rp 321.660 (tiga ratus dua puluh satu ribu enam ratus enam puluh rupiah) per dosis," tulis isi keputusan menteri, seperti dilihat detikcom, Minggu (16/5/2021).

"Tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar RP 117.910 (seratus tujuh belas ribu sembilan ratus sepuluh rupiah) per dosis," lanjutnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menjelaskan tarif yang telah ditetapkan tersebut merupakan harga tertinggi vaksin per dosis yang dibeli oleh pihak perusahaan. Harga ini sudah termasuk keuntungan 20 persen dan biaya distribusi ke kabupaten-kota, namun belum termasuk pajak pertambahan nilai (PPN).

Begitu pula dengan tarif pelayanan vaksinasi yang merupakan sudah harga maksimal.

"Batas tertinggi atau tarif per dosis untuk pelayanan vaksinasi gotong royong yang dilakukan oleh fasilitas pelayanan kesehatan milik masyarakat atau swasta, sudah termasuk margin atau keuntungan 15 persen (lima belas persen), namun tidak termasuk pajak penghasilan (PPh)," demikian isi keputusan menteri tersebut.

Selain vaksin Sinopharm, rencananya pemerintah juga akan menggunakan vaksin Corona buatan Moderna untuk program vaksinasi gotong royong. Hal ini sempat diungkapkan oleh Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir.

"Sampai hari ini kami sudah melakukan proses komunikasi dan juga negosiasi dengan dua pengembang vaksin (vaksin Sinopharm dan vaksin Moderna)," lanjut Honesti, Senin (15/3/2021).



Simak Video "Benarkah Vaksinasi Gotong Royong Buat Orang Kaya? Ini Faktanya!"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)