Minggu, 16 Mei 2021 18:03 WIB

Pemeriksaan Spesimen Turun, Satgas Wanti-wanti Corona RI Berpotensi Melonjak

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium. Satgas COVID-19 mewanti-wanti akan ada lonjakan kasus Corona di Indonesia. (Foto ilustrasi: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan kasus Corona di Indonesia berpotensi melonjak dalam waktu dekat. Pasalnya, selama libur panjang Idul Fitri, jumlah pemeriksaan spesimen maupun orang yang diperiksa per harinya mengalami penurunan.

Artinya, jumlah spesimen maupun orang yang diperiksa terkait COVID-19 lebih sedikit dari biasanya. Kemudian, kata Wiku, saat pemeriksaan menurun, tingkat positivity rate di Indonesia justru malah menunjukkan peningkatan.

"Alarm penting yang tadi sudah disampaikan positivity rate-nya naik, pemeriksaannya juga menurun. Jadi minggu depan pasti akan terjadi potensi peningkatan kasus," kata Wiku dalam rapat koordinasi Satgas Penanganan COVID-19, Minggu (16/5/2021).

"Bapak-Ibu sekalian kita perlu betul-betul kerja keras ke depan ini setelah libur panjang, karena potensi kenaikan kasusnya begitu tinggi. Untuk itu kita ingin pastikan bahwa penyekatan, skrining, yang sedang terjadi dalam arus balik moga-moga juga cukup efektif, sehingga kita bisa menekan kasusnya lebih baik lagi," jelasnya.

Sebelumnya Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19, Dewi Nur Aisyah, menjelaskan pada bulan Mei rata-rata jumlah spesimen yang diperiksa mengalami penurunan di angka 56.674 per hari. Padahal, di bulan April rata-rata pemeriksaannya mencapai 63.737 spesimen per hari.

"Pattern yang sama kita juga lihat pada jumlah orang yang diperiksa. Pada beberapa hari terakhir terjadi penurunan yang cukup signifikan," ucap Dewi.

"Saat ini rata-rata jumlah orang yang diperiksa, yaitu sekitar 37.000 orang per hari, kemungkinan karena pelaksanaan libur Idul Fitri," tambahnya.

Sedangkan pada bulan April rata-rata jumlah orang yang diperiksa per harinya bisa mencapai 44.351 orang. Kemudian Dewi juga menjelaskan saat ini tingkat positivity rate di Indonesia berada di angka 12,62 persen.

"Kita juga melihat ada sedikit tren kenaikan positivity rate di bulan Mei saat ini di angka 12,62 persen per tanggal 15 Mei, dibandingkan positivity rate bulan April yang sudah kita tekan di angka 11,77 persen," tuturnya.



Simak Video "Kasus Corona di Indonesia Meningkat, DKI Jakarta Naik 300%"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)