Senin, 17 Mei 2021 05:00 WIB

Round Up

Kemenkes Jamin Vaksin AstraZeneca Aman! Cuma Batch CTMAV547 yang Disetop

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Petugas memberikan vaksin kepada ratusan tenaga pendidik di kawasan Gor Tanjung Priok, Sunter, Jakarta Utara, Selasa (6/4). Ilustrasi vaksin COVID-19 (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan vaksin AstraZeneca untuk COVID-19 aman digunakan. Hanya batch (kumpulan produksi) CTMAV547 yang dihentikan sementara penggunaan dan distribusinya untuk uji sterilitas dan toksisitas terkait laporan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) serius.

"Batch AstraZeneca selain CTMAV547 aman digunakan sehingga masyarakat tidak perlu ragu," tulis Kemenkes RI dalam keterangan pers, Minggu (16/5/2021).

Vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 dihentikan sementara sambil menunggu hasil pengujian di laboratorium oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pengujuan ini atas rekomendasi Komnas KIPI, karena dinilai tidak cukup data untuk menegakkan diagnosis penyebab dan klasifikasi KIPI serius yang dilaporkan.

Dihubungi detikcom, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi menyebut langkah ini sebagai kehati-hatian. Soal kaitannya dengan efek pembekuan darah, ia belum bisa memastikan.

"Belum dapat dipastikan, tapi kalau terkait pembekuan darah sepertinya tidak karena proses kematiannya mendadak. Sementara kalau pembekuan darah butuh beberapa hari kejadiannya kurang lebih 5-7 hari," kata dr Nadia.

Hingga saat ini terdapat 448.480 dosis vaksin AstraZeneca dari batch CTMAV547 yang merupakan bagian dari 3.852.000 yang didapat dari skema COVAX facility. Batch tersebut telah didistribusikan untuk TNI dan sebagian untuk DKI Jakarta dan Sulawesi Utara.

Sebelumnya, Ketua Komnas KIPI Prof Dr dr Hingky Hindra Irawan Satari menyebut riwayat kesehatan bukan menjadi penyebab kematian pria asal Buaran, Jakarta Timur, Trio Fauqi Firdaus. Trio meninggal sehari setelah mendapat suntikan vaksin AstraZeneca.

"Sudah keluar (investigasi dengan dokter yang bersangkutan) tapi karena rekam medik ini kan nggak boleh disebutkan, cuma tidak terkait dengan penyebab meninggal yang bersangkutan," katan Prof Hindra kepada detikcom, Sabtu (15/5/2021).

Meski demikian, sulit untuk memastikan keterkaitan dengan vaksin yang diberikan karena data yang dikumpulkan terbatas. Almarhum meninggal ketika tiba di rumah sakit, sehingga butuh autopsi untuk memastikan penyebab sesungguhnya.



Simak Video "BPOM Pastikan AstraZeneca Batch CTMAV547 Aman Digunakan Kembali"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
DMentor
×
The Right Man In The Right Place Dalam Bisnis
'The Right Man In The Right Place' Dalam Bisnis Selengkapnya