Senin, 17 Mei 2021 10:31 WIB

Warning! 20 Provinsi Alami Kenaikan Kasus Kematian Corona, Ini Sebarannya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Kasus COVID-19 di Indonesia terus bertambah. Jumlah kasus COVID-19 kian bertambah di tengah gerakan vaksinasi yang gencar dilakukan dan ancaman mutasi Corona. Kasus kematian Corona di Indonesia meningkat selama beberapa hari terakhir. (Foto ilustrasi: Dedy Istanto/Detikcom)
Jakarta -

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19, Dewi Nur Aisyah, mengungkap persentase kasus kematian Corona di Indonesia meningkat sebanyak 0,02 persen selama enam hari terakhir. Disebutkan, peningkatan kasus kematian ini terjadi di 20 provinsi.

"Dalam enam hari terakhir terjadi peningkatan persentase angka kematian sebesar 0,02 persen, yaitu sebelumnya 2,74. Sekarang kita naik menjadi 2,76 persen," kata Dewi dalam rapat koordinasi Satgas COVID-19, Minggu (16/5/2021).

"Ada 20 provinsi mengalami kenaikan angka kematian. Ini berkontribusi dalam kenaikan persentase angka kematian secara nasional sebesar 0,02 persen dalam enam hari terakhir," jelasnya.

Adapun provinsi yang mengalami kenaikan kasus kematian Corona, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Menanggapi hal ini, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo meminta kepada para kepala daerah yang wilayahnya mengalami kenaikan kasus kematian untuk segera melakukan evaluasi dan mempelajari penyebabnya.

"Apakah karena terlambat mendapat perawatan? Apakah mungkin stok obatnya sudah mulai berkurang?" ujar Doni.

"Apakah mungkin ada faktor komorbid yang relatif tinggi atau juga ada kelompok lansia yang kita kategorikan sebagai kelompok rentan?" tambahnya.

Beberapa faktor di atas menurutnya, penting untuk diidentifikasi karena negara harus memberikan perlindungan kepada warganya yang terkena COVID-19, khususnya bagi yang termasuk ke dalam kelompok rentan.

"Tolong ini dievaluasi sehingga kita bisa memberikan perlindungan kepada warga negara kita, khususnya kelompok rentan tadi, untuk mendapatkan pelayanan yang lebih optimal. Dan ketika mereka mengalami gejala, maka prioritas pertama harus mendapat perawatan," tuturnya.



Simak Video "Pfizer Uji Klinis Vaksin COVID-19 untuk Anak Usia 5-11 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)