Senin, 17 Mei 2021 14:45 WIB

Sempat 'Selamat' dari Corona Tanpa Lockdown, Kini Taiwan Siaga 3!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Taiwan jadi salah satu negara yang melakukan respon terbaik dalammenangani penyebaran COVID-19. Beragam langkah responsif Taiwan itu pun mendapat pujian dunia. Foto: Getty Images/Paula Bronstein
Jakarta -

Taiwan, negara yang sempat dinilai sukses mengendalikan wabah Corona tanpa lockdown, kini mencatat lonjakan kasus COVID-19. Ada 207 kasus baru, rekor tertinggi sejak wabah merebak, tercatat di Minggu (16/5/2021).

Akibatnya, Taiwan lockdown parsial di wilayah penyumbang kasus Corona tertinggi. Bioskop dan tempat hiburan langsung ditutup, berlaku hingga 28 Mei mendatang.

Pertemuan di dalam ruangan dibatasi saat Taiwan lockdown, menjadi lima orang. Sementara di luar ruangan maksimal warga berkumpul sebanyak 10 orang.

Presiden Tsai Ing-wen mengimbau agar warga tak panic buying saat Taiwan Lockdown, seperti membeli sejumlah kebutuhan pokok.

Corona di Taiwan

Taiwan, negara yang 'selamat' dari pandemi Corona, 'hanya' mencatat 1.682 kasus Corona dari total 23 juta penduduk di sana, dengan angka kematian total 12 kasus.

Keberhasilan Taiwan memerangi Corona erat berkaitan dengan kontrol perbatasan yang ketat di pintu masuk kedatangan, larangan masuknya pengunjung asing, dan karantina wajib bagi semua warga Taiwan yang baru pulang dari luar negeri.

Masker terpaksa kembali jadi barang wajib

Setelah sempat tak mewajibkan penggunaan masker, kini barang tersebut kembali menjadi 'mandatory' dari pemerintah saat Taiwan lockdown. Khususnya, berlaku di kota Taipei dengan wilayah penyumbang kasus Corona terbanyak.

Status siaga Corona di Taiwan juga naik menjadi Level 3. Taiwan memiliki empat tingkat respons COVID-19, dan peringatan Level 3 adalah peringatan sebelum Taiwan lockdown nasional, demikian laporan media lokal.

"Ini belum pernah terjadi sebelumnya, karena Taiwan sampai sekarang belum pernah menggunakan pembatasan seperti itu sejak wabah dimulai," jelas laporan tersebut, dikutip dari BBC.

Selain itu, selama Taiwan lockdown, pembeli di seluruh wilayah negaranya dibatasi untuk membeli produk kebutuhan keseharian, maksimal dua item dari beberapa barang yang tersedia. Presiden Tsai pada hari Sabtu memperingatkan, panic-buying hanya akan meningkatkan risiko munculnya klaster Corona.

"Mie instan dan makanan pada umumnya, serta kertas toilet, tersedia dalam jumlah yang cukup dan dapat dengan mudah disimpan kembali oleh pengecer," kata presiden Tsai, lapor Taiwan News.



Simak Video "Taiwan Laporkan Infeksi Corona Tertinggi: Tambah 335 Kasus Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)
eLife
×
Kiat Proteksi Buah Hati dari COVID-19
Kiat Proteksi Buah Hati dari COVID-19 Selengkapnya