Senin, 17 Mei 2021 17:02 WIB

Krisis Obat, India Pakai Obat Kanker Eksperimental untuk Pasien COVID-19

Firdaus Anwar - detikHealth
Penyebaran virus Corona di India terus mengganas. Bahkan pada Sabtu (1/5) ini, India mencatat lebih dari 400.000 kasus baru infeksi Corona dalam waktu 24 jam terakhir. Foto ilustrasi: AP Photo/Altaf Qadri
Jakarta -

Untuk pertama kalinya India mengizinkan penggunaan obat 2-deoxy-D-glucose atau 2-DG pada pasien COVID-19 bergejala parah. Obat ini sebetulnya merupakan obat kanker yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi lokal Dr Reddy bersama Kementerian Pertahanan India.

"Hasil uji klinis menunjukkan molekul ini bisa membantu kesembuhan pasien yang dirawat di rumah sakit dan mengurangi kebutuhan oksigen," tulis Kementerian Pertahanan India dalam sebuah pernyataan dan dikutip dari BBC, Senin (17/5/2021).

"Sejumlah besar pasien kini menghadapi krisis oksigen dan perlu perawatan di rumah sakit. Obat Corona ini diharapkan bisa menyelamatkan nyawa karena cara kerjanya pada sel yang terinfeksi. Ini juga bisa mengurangi tingkat perawatan di rumah sakit," lanjut pemerintah.

Keputusan menggunakan obat 2-DG menuai kritik dari beberapa ahli kesehatan karena data uji klinisnya yang dianggap masih tidak lengkap. Terlebih selama ini obat tidak pernah mendapat persetujuan, bahkan saat digunakan untuk mengobati pasien kanker.

Sejauh ini belum ada obat yang diketahui benar-benar bisa menyembuhkan COVID-19. Sebagian obat yang sudah mendapat rekomendasi hanya berfungsi untuk meringankan gejala dan suplainya tidak mencukupi di India.

Dengan lebih dari 24 juta kasus COVID-19 terkonfirmasi dan sekitar 270.000 kematian, India dianggap menjadi pusat pandemi.



Simak Video "Obat-obatan Langka dan Mahal, Kemenkes: Jangan Panic Buying!"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/naf)