Senin, 17 Mei 2021 17:30 WIB

Kapan Corona di RI Terkendali? Begini Perkiraan Satgas COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Setahun sudah virus Corona merebak di Indonesia. Upaya mengatasi pandemi pun dilakukan salah satunya alih fungsi Wisma Atlet jadi Rumah Sakit Darurat COVID-19. Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

Pulau Sumatera mengalami peningkatan kasus Corona usai pelarangan mudik Lebaran ditetapkan. Satgas Penanganan COVID-19 mengungkap banyak warga yang nekat mudik lebih dulu sebelum larangan mudik berlaku.

"Kalau kita perhatikan hampir semua provinsi di Sumatera mengalami peningkatan kasus aktif, baik keterisian BOR di sejumlah RS," ungkap Doni Monardo dalam konferensi pers Sabtu (15/5/2021).

Meski begitu, Doni mengaku sudah bekerja sama dengan beberapa kementerian terkait penanganan Corona di daerah. Hal itu tampak efektif lantaran kasus aktif COVID-19 di beberapa provinsi diklaim Doni sudah mencapai puncaknya.

"Beberapa provinsi setelah mencapai peak, saat ini mengalami pelandaian, walaupun ini belum menjamin sepenuhnya," sambungnya.

Lantas kapan Corona di Indonesia terkendali?

"Kita baru bisa merasa pasti mungkin pada awal minggu kedua bulan Juni yang akan datang. Baru bisa kita buktikan keberhasilan kita dalam penanganan pandemi COVID-19," tutur Doni.

Doni menjelaskan, penurunan kasus aktif di sejumlah provinsi belum bisa menjadi tolak ukur keberhasilan pandemi Corona. Sebab, kemungkinan terjadi lonjakan kasus Corona seperti di tahun sebelumnya, khusus di Jawa, umumnya tercatat beberapa hari setelah liburan.

"Kemudian saya juga perlu mengingatkan khusus ya untuk wilayah pulau Jawa, pernah ada kenaikan kasus aktif di September tahun lalu, kemudian juga pada akhir tahun dan awal tahun, sehingga RS di pulau Jawa mengalami peningkatan keterisian," sambung Doni.

Ia juga mengingatkan peningkatan kasus Corona sempat membuat keterisian RS Wisma Atlet meledak hingga melebihi 100 persen. Namun, kejadian tersebut bisa dihindari jika warga hingga seluruh kebijakan pengetatan mudik terpantau baik, demi menjaga tren penurunan angka kasus aktif Corona.

"Kami yakin optimis kalau momentum ini bisa dipertahankan sampai dengan akhir pengetatan mudik, paling tidak dengan awal Juni yang akan datang, maka pertumbuhan kasus aktif akan berkurang di awal Juni," pungkasnya.



Simak Video "Relawan Pemakaman Malaysia Ketar-ketir Lihat Lonjakan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)