Senin, 17 Mei 2021 18:02 WIB

Kena Batunya! Gegara Remehkan COVID-19, Pria Ini Tertular hingga Dirawat di RS

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi pasien di rumah sakit Gegara remehkan Corona, pria ini tertular hingga dirawat di rumah sakit. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Kasus 'meremehkan COVID-19' berujung tragis terjadi lagi. Kali ini dialami oleh pria asal Inggris, Michael Allen, yang merasa tersiksa karena gejala virus Corona.

Sebelumnya, pria yang bekerja sebagai pelatih tinju itu meragukan bahaya yang ditimbulkan dari virus Corona, setelah enam bulan pandemi pertama.

Pria berusia 47 tahun itu terpengaruh teori konspirasi dan disinformasi soal COVID-19 yang selalu ia lihat di media sosial. Ia mengaku menggunakan masker dan menjaga jarak hanya untuk membuat orang di sekitarnya nyaman saat berada di dekatnya.

Namun, jauh dalam hatinya ia merasa tidak percaya akan risiko yang dialami oleh para pasien setelah terinfeksi COVID-19.

Sampai akhirnya, pada Juni 2020 Allen positif COVID-19 dan harus dirawat di ruang intensif di rumah sakit Arrow Park. Ia mengalami kesulitan bernapas karena level oksigennya menurun hingga 30 persen, sehingga ia harus menggunakan bantuan oksigen.

"Selama beberapa bulan saya mengatakan pada orang-orang dan selalu berpikir ini (COVID-19) tak seburuk yang dikabarkan. Orang-orang tidak berhenti berjalan di jalanan dan saya tidak tahu siapa saja yang terinfeksi," jelas Allen yang dikutip dari Mirror UK, Senin (17/5/2021).

"Saya pikir banyak orang yang salah mengerti mengenai virus Corona," lanjutnya.

Saat itu, Allen mengalami gejala COVID-19 yang sangat menyiksanya. Ia tidak bisa berbicara dan perutnya terasa seperti dihancurkan.

Allen pun mengunggah kondisinya tersebut untuk mengingatkan orang lain untuk tidak pernah meremehkan COVID-19 lagi. Pasca terinfeksi COVID-19, ia mengaku tidak mengenal siapapun.

"Banyak orang mengirimkan pesan kepada saya, dan mereka tak percaya atas apa yang mereka lihat," pungkasnya.

Sejak kejadian tersebut, Allen menegaskan dirinya semakin menghormati dan menghargai para dokter serta perawat yang merawat pasien COVID-19. Mereka rela bekerja lembur demi merawat para pasien.



Simak Video "Reaksi Kulit yang Bisa Terjadi Pada Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)