Selasa, 18 Mei 2021 12:12 WIB

4 Fakta Vaksin Sinopharm, Jenis hingga Efek Sampingnya

Vidya Pinandhita - detikHealth
China memamerkan vaksin Corona untuk pertama kali di China International Fair for Trade in Services. Kandidat vaksin Corona yang dipamerkan merupakan produksi perusahaan China Sinovac Biotech dan Sinopharm. Foto: AP/Mark Schiefelbein
Jakarta -

Vaksin Sinopharm menjadi salah satu jenis vaksin COVID-19 yang digunakan dalam program vaksinasi gotong royong. Program ini resmi dimulai hari ini, Selasa (18/5/2021).

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan yang diteken pada 11 Mei 2021, 1 dosis vaksin ini dibanderol seharga Rp 321.660 dengan tarif layanan vaksinasi per dosis Rp 117.910 melalui program gotong royong.

Berikut beberapa fakta seputar Sinopharm:

1. Vaksin Sinopharm buatan negara mana?

Mengacu pada keterangan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Vaksin ini diproduksi oleh Beijing Bio-Institute Biological Products Co. sebagai salah satu unit dari Sinopharm, anak perusahaan dari China National Biotech Group (CNBG).

2. Vaksin Sinopharm termasuk jenis apa?

Kepala BPOM Penny K Lukito menjelaskan, vaksin Sinopharm berbasis inactivated virus atau virus yang telah dimatikan. Pihaknya telah mengevaluasi keamanan dan khasiat vaksin ini, bekerja sama Tim Ahli dalam Komite Nasional Penilai Vaksin COVID-19 dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

"Vaksin tersebut memiliki platform jenis vaksin inactivated virus (virus yang diinaktivasi atau dimatikan). Di Indonesia didaftarkan dan didistribusikan oleh PT Kimia Farma Tbk. dengan nama SARS-COV-2 VACCINE (VERO CELL) INACTIVATED," ujarnya dalam konferensi pers, dikutip dari keterangan BPOM, Selasa (18/5/2021).

3. Berapa efikasi vaksin Sinopharm?

Berdasarkan studi klinik fase 3 yang dilakukan pada lebih dari 42.000 subjek di Uni Emirat Arab dan beberapa negara, efikasi vaksin Sinopharm sebesar 78,02 persen. Pengukuran imunogenitas vaksin setelah 14 hari penyuntikan dosis ke-2 menunjukan, 98,09 persen orang dewasa dan 97,62 persen lansia mengalami pembentukan antibodi.

99,52 persen orang dewasa dan 100 persen lansia menunjukan pembentukan antibodi yang dapat menetralisasi virus SARS CoV-2.

"Indikasi yang disetujui adalah untuk membentuk antibodi yang memberikan kekebalan untuk melawan virus SARS CoV-2 dan mencegah COVID-19 pada orang dewasa di atas 18 tahun, dengan pemberian 2 dosis pada durasi 21-28 hari," terang Penny.

4. Apa saja efek samping vaksin Sinopharm?

Berdasarkan uji klinis, keamanan vaksin dapat ditoleransi dengan frekuensi kejadian masing-masing efek samping 0,01 persen atau tergolong sangat jarang. Sedangkan pada subjek berusia di atas 60 tahun tak ditemukan laporan efek samping lokal grade 3.

Efek samping vaksin Sinopharm lokal ringan tingkat kejadian 0,01 persen mencakup:

  • bengkak
  • rasa sakit
  • kemerahan

Sedangkan efek samping sistemik dengan tingkat kejadian 0,1 persen mencakup:

  • sakit kepala
  • nyeri otot
  • diare
  • dan batuk


Simak Video "Kendala Pelaksanaan Program Vaksin Gotong Royong di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)
eLife
×
Kiat Proteksi Buah Hati dari COVID-19
Kiat Proteksi Buah Hati dari COVID-19 Selengkapnya