Selasa, 18 Mei 2021 15:08 WIB

Menkes Sebut 3 Kasus Meninggal Usai Vaksin COVID-19, Penyebab Masih Diteliti

Muhammad Iqbal - detikHealth
Program vaksinasi COVID-19 di Jakarta sasar warga di permukiman padat penduduk. Warga di Tanjung Priok dan Sunter Agung pun disuntik vaksin Corona dosis pertama Vaksinasi COVID-19 (Foto: Pradita Utama)
Kabupaten Bandung -

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menyebut ada 3 orang yang meninggal dunia usai disuntik vaksin Corona AstraZeneca. Meski demikian, belum diketahui pasti apa betul penyebabnya dikarenakan gejala usai divaksin atau tidak.

Sebelumnya, beberapa hari lalu hanya ada dua orang yang diduga meninggal usai divaksin AstraZeneca. Pasca kejadian tersebut, Penggunaan vaksin Corona AstraZeneca batch CTMAV547 dihentikan sementara untuk dilakukan uji toksisitas dan sterilitas oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Menkes menyebutkan ada tiga orang yang diduga meninggal usai disuntik vaksin AstraZeneca. Namun, ia tidak menyebutkan kasus baru tersebut berasal dari daerah mana.

"(Usai divaksin) AstraZeneca ada tiga orang (yang meninggal), sekarang sedang diteliti. Ada peneliti KIPI-nya. Apakah itu meninggal gara-gara divaksin atau enggak," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin saat mengunjungi RSUD Otto Iskandardinata, Kabupaten Bandung, Selasa (18/5/2021).

Budi mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan peninjauan kembali kepada AstraZeneca batch CTMAV547. Namun, hingga saat ini hasilnya masih belum diperoleh.

"Hasilnya (belum ada), sedang diperiksa," jawab Budi.

Lanjut Budi, sebanyak 1,2 juta vaksin AstraZeneca sudah disuntikkan kepada penerima vaksin. Jawa Timur dan Bali menjadi yang paling banyak mendapatkan dosis vaksin asal Inggris tersebut.

"Tapi perlu diketahui, Astra zeneca sudah dikasih sebanyak 1,2 juta. Yang paling banyak Jawa timur dan Bali. Itu tidak ada yang meninggal," kata Budi.

"Jawa timur 600 ribu Bali 500 ribu. Yang terjadi (meninggal dunia) di Jakarta, baru 150 ribu," lanjutnya.

Selain itu, Kemenkes tidak menutup adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) berat kepada penerima vaksin. Meski begitu, dapat dipastikan belum ada kasus meninggal dunia karena disuntik vaksin.

"AstraZeneca sudah divaksin sebanyak 1,2 juta. Yang KIPI-nya berat atau dirawat itu ada 26. Belum ada yang meninggal (karena vaksin AstraZeneca)," paparnya.



Simak Video "BPOM Pastikan AstraZeneca Batch CTMAV547 Aman Digunakan Kembali"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)