Selasa, 18 Mei 2021 19:52 WIB

Round Up

Termasuk Orang dengan Gangguan Jiwa, Ini Sasaran Vaksin Corona Gelombang 3

Ardela Nabila - detikHealth
Jakarta -

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan bahwa vaksinasi COVID-19 gelombang ketiga telah mulai dijalankan.

DKI Jakarta menjadi wilayah pertama yang menjalani vaksinasi tahapan ini. Pasalnya, DKI Jakarta merupakan salah satu wilayah dengan kasus COVID-19 yang cenderung tinggi dan terdiri dari berbagai kelompok masyarakat beragam.

Aktivitas sosial dan ekonomi di daerah DKI Jakarta juga membuat kelompok masyarakat di wilayah tersebut menjadi rentan terkena COVID-19.

"Ini adalah daerah urban yang kita ketahui variansi masyarakatnya sangat beragam, diversitas dari status sosial dan ekonomi. Kemarin DKI sudah memulai dan ini pilot project sebelum kita melakukan secara nasional," lanjut dr Nadia.

Lalu, siapa saja sasaran prioritas vaksinasi COVID-19 gelombang ketiga?

Seperti disebutkan oleh dr Nadia, terdapat dua sasaran utama pada vaksinasi COVID-19 tahap ini, yaitu:

1. Kelompok rentan

Menurut dr Nadia, kelompok orang disabilitas dan orang dengan gangguan jiwa merupakan kelompok yang rentan terkena COVID-19. Karenanya, kelompok ini masuk ke dalam kelompok prioritas untuk mendapatkan vaksin.

"Karena kebutuhan, ini kita dahulukan termasuk tadi kelompok-kelompok orang dengan disabilitas, orang dengan gangguan jiwa ini juga termasuk kelompok rentan," kata dr Nadia dalam diskusi daring, Selasa (18/5/2021).

2. Masyarakat umum di zona rawan COVID-19

Selain menyasar orang dengan gangguan jiwa, gelombang ketiga ini juga menyasar masyarakat tertentu, dilihat dari segi aspek ekonomi dan sosial, yang berada di zona rawan COVID-19 atau zona merah, seperti DKI Jakarta.

"Di beberapa tempat khususnya tadi pada masyarakat rentan pada daerah dengan aspek ekonomi sosial ini sudah berlaku. Salah satu contohnya ini adalah apa yang dilaksanakan oleh teman-teman provinsi DKI Jakarta karena kita lihat, DKI Jakarta juga kasus COVID cenderung tinggi, meningkat dan banyak," jelasnya.

(up/up)