Rabu, 19 Mei 2021 20:11 WIB

Para Pemudik Berburu 'Surat Sakti' di Puskesmas demi Bisa Balik Jakarta

Robby Bernardi - detikHealth
berburu surat sakti di puskesmas Berburu surat sakti untuk kembali ke perantauan (Foto: Robby Bernardi/detikHealth)
Pekalongan -

Ratusan warga di Pekalongan yang akan kembali merantau, mulai hari ini, Rabu (19/05), mendatangi puskesmas-puskesmas. Mereka datang ke puskesmas untuk melakukan swab antigen, untuk sebagai bekal untuk dapat masuk ke kota peratauan, seperti Jakarta.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro, pada detikcom, Rabu (19/5/2021), menjelaskan untuk hari ini sendiri data warga yang datang ke puskesmas, mencapai 120 warga.

"Sudah kita buka mulai kemarin. Untuk hari ini ada 120-an warga yang ke-data. Yang kemarin, belum saya terima laporanya," katanya.

Wawan menjelaskan, semua Puskesmas di Kabupaten Pekalongan, menyediakan swab tes antigen untuk warga yang ingin kembali merantau atau ke belajar ke luar kota, seperti ke pondok pesantren.

"Di semua puskesmas seluruh kabupaten kita buka, untuk pemudik yang akan merantau kembali maupun pelajar atau santri," katanya.

berburu surat sakti di puskesmasWarga berburu surat sakti di puskesmas untuk bisa kembali ke perantauan. Foto: Robby Bernardi/detikHealth

Jika hasil swab antigen positif, maka warga yang bersangkutan, tidak diperkenankan ke luar kota terlebih dahulu.

"Yang terkonfirmasi positif apabila ditemukan kita informasikan ke desa, guna dilakukan isolasi mandiri dengan pengawasan ketat. Jadi tidak boleh keluar kota. Seperti di Puskesmas Kandangserang, ditemukan tiga warga yang akan merantau, hasilnya positif. Kita isolasi mandiri," katanya.

Namun, jika hasilnya negatif, warga akan dibekali surat keterangan hasil antigen, sebagai surat sakti untuk masuk ke wilayah kota tujuan masing-masing.

Dalam pantauan detikcom, Rabu (19/05), di Puskesmas Kedungwuni, nampak beberapa warga yang akan merantau mengantri untuk mendapatkan surat sakti tersebut. Salah ssatunya, Nur Khamid (43) warga Desa Kewayangan. Ia bersama istrinya rencana Rabu malam ini berangkat ke Jakarta, untuk kembali mengadu nasibnya ke ibu kota.

"Kemarin saya tanya Pak RT (di Jakarta), katanya kalau kembali ke Jakarta harus bawa surat keterangan hasil rapid test antigen dari puskesmas. Makanya hari ini saya ke sini," kata Nur Khamid, pada detikcom.

Karena informasi itulah, dirinya bersama istrinya Rabu pagi ke Puskesmas untuk menjalani rapid test antigen, guna mendapatkan surat sakti masuk kembali ke lingkungan di Jakarta.

"Saya di Jakarta sebagai ojol. La itu, ada informasi harus pakai surat keterangan itu, saya ke sini (puskesmas)," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Daftar Negara yang Larang Masuk Penerbangan dari Afrika"
[Gambas:Video 20detik]