Minggu, 23 Mei 2021 13:42 WIB

Beda Infeksi Jamur Hitam Vs Jamur Putih, Penyakit yang Serang Pasien Corona India

Ardela Nabila - detikHealth
FILE - In this April 30, 2021, file photo, health workers attend to COVID-19 patients at a makeshift hospital in New Delhi, India. COVID-19 infections and deaths are mounting with alarming speed in India with no end in sight to the crisis. People are dying because of shortages of bottled oxygen and hospital beds or because they couldn’t get a COVID-19 test. (AP Photo/File) COVID-19 di India. (Foto: AP/)
Jakarta -

Seiring dengan bertambahnya jumlah kasus COVID-19 dan menyebarnya infeksi langka 'jamur hitam', India kini diterpa ancaman baru lainnya yang disebut dengan infeksi 'jamur putih'.

Kasus infeksi jamur hitam atau mucormycosis sendiri sebelumnya ditemukan pada pasien COVID-19, pengidap diabetes, orang yang memiliki masalah pada ginjal atau jantung, atau mereka yang menggunakan steroid dalam jumlah tinggi.

Sementara itu, infeksi jamur putih atau Aspergillosis baru saja ditemukan pada empat orang yang berasal dari Patna, Bihar. Bahkan, salah satu di antaranya merupakan seorang dokter spesialis yang cukup terkenal di daerahnya.

Mengutip India TV News, jamur putih diketahui empat kali lebih berbahaya daripada jamur hitam. Pasalnya, infeksi ini bisa merusak banyak bagian dalam tubuh dan menyebar di paru-paru.

Infeksi jamur putih juga menunjukkan efek parah pada ginjal, mulut, kulit, dan otak. Tak hanya orang dewasa, anak kecil juga bisa terinfeksi oleh jamur putih.

Perbedaan gejala jamur putih dan jamur hitam

Gejala jamur putih

Sejumlah gejala yang dirasakan oleh orang terinfeksi jamur putih mirip dengan gejala COVID-19. Namun, infeksi ini bisa didiagnosa melalui pemeriksaan CT-scan atau X-ray.

  • Batuk
  • Demam
  • Diare
  • Bintik hitam pada paru-paru, berkurangnya tingkat oksigen

Gejala jamur hitam

  • Kelainan bentuk wajah
  • Sakit kepala
  • Nyeri pada wajah
  • Hidung tersumbat
  • Hilangnya penglihatan atau nyeri pada mata
  • Perubahan kondisi mental, kebingungan
  • Bengkak pada pipi dan mata
  • Sakit gigi, gigi lepas
  • Kerak hitam di hidung

Lalu, siapa saja yang berisiko terinfeksi jamur putih? Klik ke halaman selanjutnya.

Siapa yang berisiko terinfeksi jamur putih?

Sama seperti jamur hitam, jamur putih bisa menyerang orang-orang dengan imunitas rendah. Orang-orang yang mengidap diabetes, kanker, dan penyakit kronis lainnya atau pasien yang harus menjalani perawatan di ICU diketahui lebih rentan terkena infeksi jamur hitam.

Sementara itu, jamur putih biasanya akan menyerang orang-orang yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Mereka yang merupakan pasien kanker dan memiliki kadar gula berlebihan juga rentan terinfeksi jamur putih.

Bagaimana jamur putih menyebar dalam tubuh?

Menurut profesor AIIMS, dr Kaushal Verma, infeksi jamur putih bisa dilihat dari kondisi lidah yang memutih. Kemudian, infeksi tersebut akan menyebar ke organ lainnya, termasuk paru, otak, dan kerongkongan.

Untuk mencegah infeksi jamur putih dan jamur hitam, dr Pankaj Aggarwal menyarankan untuk memperkuat imunitas tubuh. Selain itu, pada pasien terinfeksi COVID-19, hindari penggunaan steroid berlebihan selama masa pengobatan.

Steroid sebaiknya hanya diberikan ketika kadar oksigen menurun dan muncul pneumonia. Pada kondisi stabil, kurangi penggunaan jumlah steroid untuk mencegah fluktuasi gula darah.



Simak Video "Belum Usai Jamur Hitam, India Diterpa Infeksi Jamur Putih"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)