Sabtu, 29 Mei 2021 09:05 WIB

Vaksin Plus Cokelat Jawara Hadapi COVID-19

Content Promotion - detikHealth
Forever Healthy Indonesia Foto: Dok. Forever Healthy Indonesia
Jakarta -

Coronavirus Disease 2019 atau dikenal sebagai COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). COVID-19 pertama kali diidentifikasi pada Desember 2019 di Wuhan, China.

World Health Organization (WHO) menyatakan COVID-19 adalah situasi kesehatan darurat global paling gawat yang pernah dihadapi oleh Organisasi Kesehatan Dunia pada 30 Januari 2020. Kemudian pada 11 Maret 2020 COVID-19 pun akhirnya dinyatakan sebagai pandemi.

Pada 18 Mei 2021, lebih dari 163 juta kasus telah dikonfirmasi, dengan lebih dari 3,39 juta kematian dikaitkan dengan COVID-19. Hal ini menjadikan COVID-19 salah satu pandemi paling mematikan dalam sejarah.

Saat ini pemerintah sedang mengupayakan vaksin sebagai pencegahan penyebaran virus Corona. Namun dengan vaksin saja tidak cukup, masyarakat juga harus menjaga daya tahan tubuh agar tetap sehat dan bugar.

Lindungi diri, lindungi sesama dari penularan COVID-19 dengan mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah. Protokol kesehatan yang dimaksud yaitu dengan menerapkan 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Selain menerapkan 5M, masyarakat harus menjalankan pola hidup sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh guna mencegah penularan COVID-19. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh, salah satunya dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kandungan tinggi flavanol.

Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D RenderCoronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render Foto: Getty Images/BlackJack3D

Flavanol adalah salah satu jenis antioksidan yang banyak terkandung dalam cokelat. Cokelat yang rasanya dapat dinikmati untuk semua kalangan ini ternyata memiliki manfaat yang luar biasa. Antioksidan kakao ini berperan dalam menangkal radikal bebas dalam tubuh sehingga mencegah timbulnya penyakit seperti kanker, arterosklerosis, peradangan, penyakit kardiovaskular dan karies gigi.

Saat ini, cokelat telah diklaim sebagai nutrisi tambahan untuk penderita COVID-19. Hal ini juga didukung dengan sebuah studi dari para peneliti di Departemen Biologi Tumbuhan dan Mikroba, North Carolina State University, Raleigh, NC, Amerika Serikat yang menunjukkan flavanol yang terkandung pada biji kakao dapat merusak virus SARS-CoV-2 dengan cara mengganggu pertumbuhan virus SARS-CoV-2.

Selain sifat antivirus, anti-inflamasi, dan antibakteri dalam fitonutrien ini, cokelat telah terbukti efisien dalam mengurangi risiko hipertensi dan juga dalam meningkatkan fungsi kardiovaskular dan kognitif.

Meskipun terdapat manfaat kesehatan dari kakao, kandungan flavanol pada produk cokelat hitam berbeda-beda. Flavanol pada cokelat dipengaruhi oleh metode pengolahan yang dilakukan produsen.

Forever Healthy Indonesia Foto: Dok. Forever Healthy Indonesia

Saat ini Indonesia sudah memiliki ekstrak biji kakao yang sudah mempertahankan 80 persen flavanol di dalamnya seperti Cocoa Flvnol. Cocoa Flvnol telah mendapatkan konfirmasi dari European Food Safety Authority (EFSA) untuk perannya dalam membantu memelihara elastisitas pembuluh darah, yang berkontribusi untuk mendapatkan aliran darah normal.

Untuk mendapatkan manfaat kesehatan ini, asupan harian yang dibutuhkan minimum 200 mg flavanol, atau dapat diartikan cukup dengan penyajian minimal 5 gram Cocoa Flvnol setiap hari untuk memenuhi kebutuhan flavanol harian.

Cocoa Flvnol memiliki banyak manfaat untuk kesehatan salah satunya yang sangat dibutuhkan di masa pandemi seperti ini adalah sebagai penguat daya tahan tubuh dan dapat mengganggu pertumbuhan virus COrona. Anda bisa mendapatkan produk ini secara eksklusif melalui distributor resmi Forever Healthy Indonesia.

(ads/ads)