Jumat, 28 Mei 2021 19:30 WIB

Hore! 2 Dosis Vaksin Sinopharm 72 Persen Efektif Cegah Gejala COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Scientists are done research on vaccine in laboratory with test tubes on Covid19 Coronavirus type for discover vaccine. Foto ilustrasi vaksin COVID-19. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/chayakorn lotongkum)
Jakarta -

Sebuah studi menunjukkan dua dosis vaksin COVID-19 besutan Sinopharm efikasinya mencapai lebih dari 70 persen terhadap kasus simptomatik. Sementara untuk kasus COVID-19 yang parah dan asimtomatik hasilnya belum jelas.

Vaksin yang dikembangkan oleh anak perusahaan Sinopharm yang berbasis di Wuhan 72,8 persen efektif melawan kasus COVID-19 bergejala, setidaknya dua minggu setelah pemberian dosis kedua. Ini merupakan hasil sementara dari studi peer-review yang dipublikasi dalam Journal of American Medical Association.

Angka tersebut sedikit lebih baik dibandingkan dengan tingkat 72,5 persen yang sebelumnya diumumkan Sinopharm pada Februari lalu.

Untuk vaksin lain yang dikembangkan lembaga yang berbasis di Beijing terkait dengan Sinopharm, telah mendapatkan persetujuan penggunaan darurat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada bulan ini. Vaksin tersebut menunjukkan efikasi atau kemanjuran sebesar 78,1 persen.

Hasil tersebut didasari pada perhitungan lebih dari 142 kasus gejala dalam uji coba yang melibatkan lebih dari 4.000 peserta, dengan 26 disuntik dengan vaksin Sinopharm unit Wuhan dan 21 dengan vaksin Sinopharm unit Beijing.

"Hanya ada dua kasus COVID-19 yang parah antara peserta. Jadi, kesimpulan tentang (vaksin) pencegahan kasus yang parah tidak bisa dibuat," kata penelitian tersebut yang dikutip dari Reuters, Jumat (28/5/2021).

"Studi tersebut tidak bisa menjawab pertanyaan, apakah vaksin bisa mencegah infeksi tanpa gejala, yang memerlukan pengawasan studi formal secara luas melalui tes virologi dan serologi," lanjutnya.

Uji coba tersebut dilakukan di beberapa negara, termasuk Uni Emirat Arab dan Bahrain. Namun, penelitian tersebut tidak melibatkan wanita hamil dan orang yang masih berusia di bawah 18 tahun.

Untuk lansia dan yang memiliki penyakit kronis, data soal efikasi vaksin ini masih belum mencukupi. Sementara data dari uji coba yang dilakukan di Mesir dan Yordania nantinya akan dimasukkan dalam analisis penelitian akhir.



Simak Video "Fenomena Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)