Rabu, 02 Jun 2021 12:03 WIB

Pemerintah Upayakan Vaksin Johnson and Johnson Bagi Calon Jemaah Haji Indonesia

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Suasana Sholat Tarawih di Masjidil Haram 2021 Foto: (AFP)
Jakarta -

Pemerintah Indonesia tengah mengupayakan pengadaan vaksin Johnson and Johnson untuk calon jemaah haji Indonesia. Hal ini lantaran vaksin Sinovac belum masuk daftar vaksin Corona yang diizinkan Arab Saudi.

"Kami sudah merespons bersama Kemenkes sudah mengusahakan mendapatkan salah satu dari empat vaksin yang disyaratkan, kita dapatkan Johnson & Johnson," kata Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, Senin (31/5/2021).

Menag Yaqut menjelaskan, Kemenag bersama Kemenkes akan mengusahakan mendapat komitmen untuk mendapatkan vaksin Johnson and Johnson untuk jemaah haji. Sementara kepastian ibadah haji 2021 hingga kini belum ada kepastian dari pemerintah Arab Saudi.

Vaksin Johnson and Johnson adalah salah satu jenis vaksin yang disyaratkan oleh pemerintah Arab Saudi untuk calon jemaah haji. Pihak Kerajaan Arab Saudi memperketat penerimaan jemaah haji tahun ini dengan mereka yang telah mendapatkan vaksin COVID-19 yang telah menerima Emergency Use Listing Procedure (EUL) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Vaksin yang sudah mendapat persetujuan WHO adalah vaksin Johnson and Johnson, Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca. Terbaru, WHO juga telah memasukkan Sinovac ke dalam Emergency Use Listing Procedure namun belum diketahui apakah vaksin ini boleh jadi syarat jemaah haji.

Beberapa waktu lalu Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan ada satu opsi yang bisa dilakukan Indonesia agar calon jemaah haji bisa masuk ke Saudi. Jika tak bisa mendapatkan vaksin Johnson and Johsnon dalam waktu dekat, ada upaya memberikan memberikan prioritas kepada calon jamaah haji Indonesia untuk bisa mendapatkan vaksin AstraZeneca.

"Mungkin diatur bagi jamaah yang mungkin sempat mendapat vaksin Sinovac nanti kita diskusikan dengan BPOM, Komnas KIPI dan juga ITAGI apakah mereka boleh diberi vaksin AstraZeneca meski mendapatkan vaksin Sinovac untuk bisa menjadi persyaratan. Tapi ini tentu ada pertimbangan tertentu oleh ahlinya, kami hanya memberikan opsi saja," jelasnya.



Simak Video "Vaksin Sputnik V dan Johnson and Johnson Kantongi Restu EUA BPOM"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)