ADVERTISEMENT

Selasa, 08 Jun 2021 20:43 WIB

Mengenal Radang Tenggorokan dan Kaitannya dengan COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Female pediatrician using a swab to take a sample from a patients throat Radang tenggorokan (Foto: iStock)

Bagaimana mengatasinya?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi radang tenggorokan. Selain istirahat, beberapa obat rumahan yang bisa digunakan yaitu:

  • Berkumur dengan air hangat dicampur garam
  • Minum air hangat, seperti teh madu, air hangat dengan lemon, atau kaldu sup.
  • Konsumsi makanan dingin misalnya es krim.
  • Istirahat

Radang tenggorokan dan COVID-19

Dikutip dari Times of India, virus Corona bisa dengan mudah masuk ke dalam tenggorokan dan memicu rasa nyeri di area tersebut. Radang tenggorokan juga disebut-sebut sebagai salah satu dari gejala COVID-19. Bagaimana membedakannya.

Sakit tenggorokan pada pasien COVID-19 terjadi saat virus masuk ke selaput yang berhubungan dengan hidung dan tenggorokan, kemudian muncul pembengkakan. Muncul rasa sakit sampai pegal yang dirasakan pasien Corona, atau disebut 'faringitis'.

Gejala pada pasien Corona akan memicu kondisi lain yang lebih dominan seperti kelelahan, batuk kering, hingga demam tinggi. Sementara pada pasien non COVID-19, yang menandakan radang tenggorokan, nyeri hanya muncul di area tenggorokan, dan tidak mengeluhkan gejala lain seperti kelelahan.

Selain itu, nyeri akibat radang tenggorokan itu akan muncul lebih awal daripada yang dialami pasien Corona.

"Radang tenggorokan bisa disebabkan infeksi virus atau bakteri. Bisa juga karena alergi, asam lambung naik, stres, sampai dehidrasi," jelas Michael Lerner, MD, pakar laring dari Yale Medicine.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]

(sao/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT