Rabu, 09 Jun 2021 14:19 WIB

Korsel Nyaris Ketipu 30 Juta Dosis Vaksin Pfizer Abal-abal, Kok Bisa?

Firdaus Anwar - detikHealth
FILE - In this Nov. 9, 2020, file photo, a general view of Pfizer Manufacturing Belgium in Puurs, Belgium. Pfizer and BioNTech say theyve won permission Wednesday, Dec. 2, 2020, for emergency use of their COVID-19 vaccine in Britain, the world’s first coronavirus shot that’s backed by rigorous science -- and a major step toward eventually ending the pandemic.(AP Photo/Virginia Mayo, File) Foto: AP/Virginia Mayo
Jakarta -

Korea Selatan (Korsel) dilaporkan nyaris tertipu perusahaan asing yang menjanjikan 30 juta dosis vaksin COVID-19 Pfizer. Wali Kota Daegu, Kwon Young-jin, yang memulai negosiasi meminta maaf.

Kwon pada 31 Mei lalu berbicara telah mengamankan suplai 30 juta dosis vaksin lewat perjanjian antara asosiasi medis di Daegu dengan perusahaan asing. Masalah vaksinasi memang jadi perhatian di Korsel karena dianggap berjalan lambat.

Namun, Kementerian Kesehatan Korsel menemukan beberapa kejanggalan pada dokumen perjanjian. Pfizer diketahui hanya mendistribusikan vaksin COVID-19-nya pada pemerintah pusat suatu negara atau organisasi kesehatan internasional.

Perusahaan asing yang menjanjikan vaksin COVID-19 juga dianggap mencurigakan karena terdaftar berlokasi di Florida, Amerika Serikat, namun nomor kontaknya terlacak sampai ke Portugal.

"Ini kesalahan saya. Kasus ini yang tadinya hanya dianggap kegagalan impor vaksin ternyata menjadi kasus penipuan vaksin palsu," kata Kwon seperti dikutip dari BBC, Rabu (9/6/2021).

"Citra kota Daegu tercoreng karena perkataan saya yang tidak hati-hati. Saya juga menimbulkan luka dalam dan kekecewaan pada masyarakat yang menderita karena COVID-19," lanjutnya.

Pfizer telah mengonfirmasi tidak memberikan otoritas distribusi vaksin kepada pihak lain. Perusahaan asal Amerika Serikat ini mengatakan akan melakukan investigasi.



Simak Video "Rencana Pfizer Produksi 3 Miliar Dosis Vaksin Covid-19 di 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)