Kamis, 10 Jun 2021 21:23 WIB

Wajib Tahu, Tindakan Seperti Ini Termasuk Pelecehan Seksual

Vidya Pinandhita - detikHealth
Attractive woman ignoring and pushing away young male that is trying to kiss her Foto: Getty Images/iStockphoto/Mixmike
Jakarta -

Tuduhan pelecehan seksual yang menyeret nama Gofar Hilman tengah jadi perbincangan. Pemilik akun Twitter @quweenjojo, dalam sebuah utas (thread) mengaku sempat dilecehkan Gofar dalams sebuah acara musik pada 2019.

Gofar mengelak. Dalam klarifikasinya, ia memang pernah merangkul @quwueenjojo dalam sebuah acara, namun menurutnya tak pernah ada tindak pelecehan seksual.

Sikap netizen terbelah dalam kasus ini. Dan bukan kali ini saja, dalam beberapa kasus selalu ada kontroversi terkait tuduhan pelecehan seksual.

Bahkan, salah satu alasan korban diam saja adalah karena tidak yakin apakah yang dialaminya adalah pelecehan seksual. Memangnya, pada batas apa suatu tindakan bisa digolongkan sebagai pelecehan seksual?

Psikolog klinis Anastasia Sari Dewi dari pusat konsultasi Anastasia and Associate menegaskan, segala tindakan yang mengarah ke aktivitas seksual dan dilakukan dengan paksaan bisa digolongkan sebagai pelecehan seksual. Baik berupa kontak fisik, verbal, atau gerak-gerik yang tidak dibarengi sentuhan fisik bisa digolongkan pelecehan jika bersifat menekan.

"Dari 1 pihak ada tindakan ke arah pelecehan, melecehkan, itu pihak merasa lebih dominan dalam arti punya kemampuan untuk melakukan sesuatu ke orang lain yang kaitannya fisik. Entah dalam bentuk verbal yang menyinggung bagian tubuh tertentu, bisa juga ekspresi yang menggoda," terangnya pada detikcom, Rabu (9/6/2021).

"Di saat orang lain merasa tidak nyaman dan tidak tertarik, apalagi tidak kenal, tidak ada kedekatan relasi tertentu, itu dapat dikatakan pelecehan," lanjut Sari.

Sari menekankan, aktivitas seksual hanya dikatakan normal dan bukan pelecehan jika ada perasaan mau sama mau antara pihak terlibat. Jika kehendak hanya dari 1 pihak, korban berhak menyatakan tindakan tersebut sebagai pelecehan seksual.

"Kenal atau tidak kenal, pasangan atau bukan pasangan, kalau tanpa izin, hanya satu arah orang lain atau orang tersebut (korban) tidak nyaman mengarah ke bagian yang kaitannya seksual," pungkas Sari.



Simak Video "Saran Psikolog Bagi Para Korban Pelecehan Seksual"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)