Jumat, 11 Jun 2021 06:30 WIB

Round Up

Ivermectin Obat Apa Sih, Penangkal COVID-19 atau Obat Cacing?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ivermectin is not a brand name: it is the generic term for the drug. Ivermectin obat apa? (Foto: Getty Images/iStockphoto/RapidEye)
Jakarta -

Obat Invermectin belakangan ini sedang banyak diperbincangkan. Dikenal sebagai obat untuk infeksi kecacingan, tetapi kini banyak disebut sebagai obat COVID-19. Sebenarnya Ivermectin obat apa?

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menegaskan, penggunaan Ivermectin sebagai obat COVID-19 masih butuh uji klinis lebih lanjut. Karenanya, diimbau untuk tidak membeli sendiri mengingat Ivermectin adalah obat keras yang berbahaya jika dimimun tanpa indikasi medis.

Beberapa fakta yang menjelaskan Invermectin obat apa adalah sebagai berikut.

1. Dikenal sebagai obat cacing

Menurut BPOM RI, Ivermectin kaplet 12 mg terdaftar sebagai obat untuk infeksi kecacingan (Strongyloidiasis dan Onchocerciasis). Ivermectin diberikan dalam dosis tunggal 150-200 mcg/kg berat badan dengan pemakaian satu tahun sekali.

2. Termasuk obat keras

Ivermectin digolongkan sebagai obat keras yang artinya hanya bisa dibeli dengan resep dokter dan digunakan dalam pengawasan dokter. Penggunaan tanpa indikasi medis dalam jangka panjang tidak dianjurkan.

3. Efek samping

Penggunaan Ivermectin tanpa indikasi medis bisa menyebabkan efek samping seperti:

  • Nyeri otot/sendi
  • Ruam kulit
  • Demam
  • Pusing
  • Sembelit
  • Diare
  • Mengantuk
  • Stevens Johnson Syndrome

4. Diteliti sebagai obat COVID-19

Penelitian in vitro di laboratorium menunjukkan Invermectin memiliki potensi antiviral yang berati bisa dikembangkan untuk mengatasi COVID-19. Namun masih dibutuhkan uji klinis lebih lanjut untuk memastikannya.

Berbagai riset memang tengah dilakukan untuk mengatasi COVID-19, baik dengan temuan obat baru maupun obat lama yang sebelumnya diindikasikan untuk penyakit lain.

5. Klaim 'obat COVID-19' disebut misleading

Pada September 2020, Satgas COVID-19 dalam sebuah publikasi di situs resminya menyebut klaim bahwa Invermectin sebagai obat COVID-19 sebagai konten menyesatkan atau misleading. Pada saat itu disebutkan belum ada bukti bahwa Ivermectin dapat menyembuhkan COVID-19 pada manusia. Namun artikel tersebut tidak menegaskan sebenarnya Ivermectin obat apa.



Simak Video "Larangan Keras BPOM soal Promosi Ivermectin sebagai Obat COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)