Jumat, 11 Jun 2021 10:01 WIB

Corona Masih Ngegas di Malaysia! 58 Klaster COVID-19 Dikaitkan dengan Lebaran

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Police officers check vehicles at a roadblock to ensure that people abide by a movement control order on the outskirts of Kuala Lumpur, Malaysia, Wednesday, Oct. 14, 2020. Malaysia will restrict movements in its biggest city Kuala Lumpur, neighboring Selangor state and the administrative capital of Putrajaya from Wednesday to curb a sharp rise in coronavirus cases. (AP Photo/Vincent Thian) Foto: AP/Vincent Thian
Jakarta -

Kasus penularan virus Corona di Malaysia masih terus naik. Malaysia mencatat ada 60 klaster COVID-19 perayaan keagamaan, 58 di antaranya adalah klaster lebaran Idul Fitri.

Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan 58 klaster Lebaran dan 2 klaster Hari Gawai terdeteksi dalam rentang 13 Mei-10 Juni. Dari 13.023 orang yang dites, 3.511 dinyatakan positif Corona.

Dari jumlah positif tersebut, 20 dinyatakan meninggal dunia dan 11 pasien masih dirawat di ruang ICU.

"Adanya peningkatan kasus yang dilaporkan dan kemaitan dari klaster perayaan ini sangat serius dan mengkhawatirkan karena terjadi di waktu yang singkat," kata Hisham dikutip dari media lokal Malaysia, Bernama, Jumat (11/6/2021).

"Jika masyarakat masih berpuas diri dan tidak belajar dari bahaya kunjungan rumah dan perjalanan untuk perayaan ini, bukan tidak mungkin lonjakan kasus akan kembali terjadi," lanjutnya.

Hisham kemudian menegaskan bahwa semua pihak bertanggung jawab untuk melindungi kelompok usia rentan, terutama orang tua yang berada di kampung halaman.

Ia juga menyebut warga Malaysia harus menahan diri jika ingin kehidupan kembali 'normal' dengan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan demi memutus rantai penularan.

"Warga Malaysia harus tinggal di rumah jika tak ada keperluan yang mendesak. Daftarkan diri dan keluarga Anda untuk menerima vaksin COVID-19 demi herd immunity dan menciptakan lingkungan lebih aman bagi semuanya," pungkasnya.



Simak Video "Relawan Pemakaman Malaysia Ketar-ketir Lihat Lonjakan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)