Jumat, 11 Jun 2021 16:23 WIB

Moeldoko Kirim 'Penangkal Corona' Ivermectin ke Kudus dan Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikHealth
obat ivermectin Foto: Angling Adhitya Purbaya
Semarang -

Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Moeldoko memberikan tes antigen gratis sekaligus obat Ivermectin yang diklaim 'obat yang mengalahkan COVID-19' di Kota Semarang.

Ketua Perempuan Tani HKTI Jawa Tengah, Nurfaiza mengatakan HKTI melalui prakarsa Moeldoko memberikan bantuan berupa obat Ivermectin di Kota Semarang dengan dibarengi tes antigen gratis di 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Pedurungan, Semarang Timur, Banyumanik, dan hari ini di Kecamatan Gayamsari.

"Dari HKTI perempuan tani Jateng bekerjasama dengan PT Harsen Laboratories membagikan donasi obat Invermectin sebanyak Kota Semarang 600 pack sama di Kudus kemarin 2.500 pack," kata Nurfaizah di kantor Kecamatan Gayamsari Semarang, Jumat (11/6/2021).

Ia menjelaskan obat tersebut diberikan ketika hasil tes antigen diketahui reaktif. Benar saja, di tiga Kecamatan yang sudah dilakukan antigen gratis ada yang positif dan diberi obat tersebut dengan pengawasan.

"Hasilnya setelah reaktif kita bagikan obat ini (Ivermectin) selama 5 hari berturut-turut seharinya satu tablet selama 5 hari nanti dari HKTI dan PT Harsen tetap memantau pasien itu sampai benar-benar 5 hari, lalu hari keenam kita swab antigen lagi sampai benar-benar negatif. Kita yang bertanggungjawab dari HKTI dan Harsen. Itu tujuan kami untuk membantu masyarakat di wilayah Jateng supaya sehat kembali," jelasnya.

Sementara itu Iskandar Purnomo Hadi Direktur Komunikasi PT Harsen Laboratories mengatakan Ivermectin sudah mendapatkan izin BPOM sebagai obat antiparasit yang bisa menyembuhkan penyakit cacingan. Untuk izin mengobati penyakit COVID-19 menurutnya sedang berproses.

Masih uji klinis di Balitbangkes

"Baru sekitar 2 bulan lalu kita mendapat izin dari BPOM untuk obat anti parasit. Tapi maksud kita sebenarnya untuk obat ini bisa menyembuhkan dan mencegah COVID-19 tapi dari BPOM untuk mengeluarkan ini obat covid sedang diproses," kata Iskandar.

Uji klinis untuk obat tersebut sebagai obat COVID-19, lanjut Iskandar, sudah dilakukan sejak pekan lalu dan didanai oleh Balitbangkes Kementerian Kesehatan.

"Sudah dilakukan sejak minggu lalu didanai Balitbang kesehatan Kemenkes, partisipasi 8 rumah sakit," ujarnya.

Meski proses sedang berjalan, Iskandar menyebut sudah ada bukti di beberapa negara yang menggunakan obat Ivermectin salah satunya India. Menurutnya angka kasus corona di India menurun setelah obat tersebut dibagikan.

"Kita kalau untuk hasil sebetulnya banyak, kita sudah pernah India kita kirim, di India sudah terbukti, sudah banyak yang sembuh hasil dari obat ini," tandasnya.

Ia menjelaskan obat Ivermectin belum bisa ditemukan di sembarang apotek karena masih fokus untuk diberikan sebagai bantuan. Namun ia menegaskan harganya jauh lebih murah dari obat lain.

"Kalau dibandingkan dengan obat COVID-19 lain sekarang harganya 1 tablet ratusan ribu sedangkan ini 1 tablet Rp 20 ribu. Makanya kita ingin bagikan ke masyarakat karena menurut kita dan semua orang yang sudah menggunakan obat ini sangat efektif dan dapat mencegah," terangnya.

Simak pernyataan lengkap BPOM di halaman selanjutnya terkait Ivermectin.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Landasan BPOM Beri Izin Uji Klinis Ivermectin Sebagai Obat COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]