Sabtu, 12 Jun 2021 16:39 WIB

Terpopuler Sepekan: China Disebut Ajukan Paten Vaksin Corona Sebelum Pandemi

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Stasiun kereta bawah tanah di Beijing ramai penumpang saat jam sibuk. Diketahui, Pemerintah China melakukan sejumlah upaya guna cegah varian baru virus Corona. COVID-19 di China. (Foto ilustrasi: AP Photo/Andy Wong)
Jakarta -

Pencarian fakta tentang asal-usul COVID-19 kian memanas dari hari ke hari. Kabar yang terbaru adalah seorang ilmuwan militer asal China dituding telah mengajukan hak paten vaksin Corona sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan status COVID-19 sebagai pandemi.

Ilmuwan tersebut bernama Yusen Zhou, yang bekerja untuk Tentara Pembebasan Rakyat. Ia dituding telah mengajukan hak paten vaksin Corona atas nama partai China pada 24 Februari 2020 lalu. Sementara WHO sendiri baru menetapkan COVID-19 sebagai pandemi pada 11 Maret 2020.

"Ini adalah sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya, menimbulkan pertanyaan apakah pekerjaan (vaksin) ini mungkin telah dimulai jauh lebih awal," kata Profesor Nikolai Petrovsky dari Universitas Flinders yang dikutip dari The Sun, Selasa (8/6/2021).

Namun, naasnya Zhou yang memiliki hubungan erat dengan para ilmuwan di Wuhan Institute Virology (WIV) ini meninggal secara misterius pada Mei 2020. Artinya, ia meninggal setelah kurang dari 3 bulan mengajukan hak paten vaksin Corona.

Kasus meninggalnya Zhou pun menjadi teka-teki, karena sedikitnya pemberitaan tentang hal tersebut. Padahal, Zhou merupakan salah satu ilmuwan terkemuka di China.

Selain berhubungan dekat dengan para ilmuwan di WIV, diketahui Zhou juga memiliki ikatan kuat dengan Amerika Serikat (AS). Disebutkan, ia pernah melakukan penelitian pascadoktoral di Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburgh.

Beberapa informasi tersebut pun kian mendukung data intelijen AS, yang mengatakan bahwa laboratorium Wuhan tengah melakukan aktivitas militer rahasia. Meski begitu, hingga saat ini belum ada bukti pasti tentang asal muasal virus Corona.

"Meskipun WIV menampilkan dirinya sebagai lembaga sipil, Amerika Serikat telah menetapkan bahwa WIV telah berkolaborasi dalam publikasi dan proyek rahasia dengan militer China," kata intelijen tersebut, menurut The New York Post.

Oleh karenanya, saat ini kasus kematian Zhou tengah ditelusuri lebih lanjut sejalan dengan perintah Presiden AS Joe Biden untuk mencari asal-usul COVID-19.



Simak Video "Joe Biden Desak Intel AS Selidiki Asal Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/naf)