Minggu, 13 Jun 2021 18:30 WIB

Terpopuler Sepekan: Penyebab Kudus Habis-habisan Diamuk Corona Diungkap

Ardela Nabila - detikHealth
Pemberangakatan pasien COVID Kudus ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Kamis (10/6/2021) Foto: Dian Utoro Aji/detikcom
Jakarta -

Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah di RI yang mengalami peningkatan kasus COVID-19 secara drastis. Menurut pernyataan Satgas COVID-19, Rabu (9/6/2021), dalam waktu 3 minggu pasca Lebaran, Kudus mengalami penambahan kasus paling banyak di RI, yakni sebanyak 7,594 persen.

Kendati demikian, bupati Kudus HM Hartopo mengatakan bahwa kasus COVID-19 di Kudus sudah mengalami penurunan lantaran pemerintah setempat langsung mengambil sejumlah langkah pembenahan tempat isolasi pasien COVID-19.

"Alhamdulillah Kudus saat ini agak melandai, karena terkait masalah pengurusan isolasi ini yang baru gencar-gencarnya kita evaluasi, karena mengingat untuk isolasi mandiri di rumah di Kudus ini lumayan banyak," ujar Hartopo dalam diskusi daring, Kamis (10/6/2021).

Penyebab Kudus diamuk COVID-19

Faktor utama penyebab Kudus mengalami lonjakan kasus besar-besaran, kata Hartopo, adalah karena sikap abai masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin COVID-19. Padahal, sudah divaksin bukan berarti seseorang betul-betul kebal terhadap virus Corona.

Oleh karenanya, kerumunan dan aktivitas tatap muka tetap dapat menyebabkan semakin meluasnya penularan COVID-19. Selain itu, momen Anjangsana, yakni tradisi silaturahmi tatap muka masyarakat Kudus setelah Lebaran.

Hartopo sangat menyayangkan perilaku masyarakat yang masih mengabaikan protokol kesehatan saat menjalankan tradisi tersebut.

"Anjangsana tradisi di Kudus ini sudah biasa silaturahmi makan-makan atau suguhan. Dengan adanya silaturahmi, orang tua ke sahabat ke saudara ini melepas masker sambil menikmati hidangan yang ada sambil ngobrol. Ini potensi yang amat luar biasa," tuturnya.

Akibat lonjakan kasus COVID-19 di daerahnya, pemerintah Kudus terpaksa menutup sejumlah titik pariwisata guna mencegah kerumunan. Selain itu, mobilitas keluar-masuk Kudus juga diawasi dengan ketat demi menekan laju penularan.

"Kalau tujuannya ke Kudus dan tidak urgent, akan kita putar balik. Tapi kalau memang ada kepentingan mungkin bekerja, tugas ke Kudus, tentunya kita bolehkan masuk Kudus dengan menunjukkan hasil swab rapid antigen. Artinya, bebas COVID-19 yang masih aktif 1x24 jam," tegas Hartopo.



Simak Video "Kasus Corona Kudus Melejit, Ada Sebaran Mutasi Baru? "
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)