Minggu, 13 Jun 2021 18:40 WIB

Fakta-fakta Kecanduan Ganja, Narkoba yang Menjerat Musisi Anji

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jakarta -

Tim Polres Jakarta Barat mengungkap penangkapan musisi Anji atas dugaan penyalahgunaan narkoba. Dilaporkan, polisi mengamankan barang bukti berupa ganja di kediaman Anji di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.

"Yang bersangkutan kami tangkap sendiri dengan barbuk narkotika yang kami duga ganja," ujar Kanit 1 Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKP Harry Gasgari dalam video yang diterima detikcom, Minggu (13/6/2021).

Berikut fakta seputar ganja, substansi yang diduga disalahgunakan oleh musisi Anji:

1. Berpotensi adiktif

Penelitian menunjukkan, sekitar 1 dari 10 pengguna ganja mengalami kecanduan. Sedangkan pada orang yang mulai menggunakan di bawah usia 18 tahun, angka potensi risiko naik menjadi 1 dari 6.

2. Obat ilegal dengan kasus penyalahgunaan terbanyak

Dikutip dari laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), ganja tercatat sebagai obat ilegal dengan kasus penggunaan terbanyak di Amerika Serikat. Diperkirakan ada 22,2 juta pengguna setiap bulan.

3. Dipercaya merusak otak

Penggunaan ganja secara langsung mempengaruhi kerja otak, khususnya terkait kemampuan mengingat, belajar, memperhatikan, mengambil keputusan, koordinasi, emosi, dan waktu reaksi.

Otak yang sedang berkembang seperti pada bayi, anak-anak, dan remaja diyakini lebih rentan terhadap efek buruk ganja.

4. Sering dikaitkan dengan kasus skizofrenia

Penggunaan ganja dalam jangka panjang atau secara sering dipercaya meningkatkan risiko psikosis dan skizofrenia pada beberapa pengguna.

5. Dampak makan ganja berbeda dengan merokok ganja

Konsumsi makanan atau minuman yang mengandung ganja diyakini memiliki beberapa risiko yang berbeda dari merokok ganja, termasuk dalam hal risiko keracunan.

6. Bisa merusak perkembangan janin jika digunakan saat hamil

Penggunaan ganja saat hamil dapat meningkatkan risiko bayi mengalami masalah perkembangan dan berat bayi yang terlalu rendah.

Beberapa penelitian menunjukkan, penggunaan ganja selama kehamilan dapat membuat anak sulit memperhatikan atau belajar. Kendala ini mungkin baru terlihat ketika anak anak tumbuh dewasa.

(vyp/up)