Selasa, 15 Jun 2021 08:11 WIB

Awas Hipertensi! Kenali Tekanan Darah Normal dan Cara Mengukurnya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Markis Kido of Indonesia reacts to losing point with his partner Hendra Setiawan against Hirokatsu Hashimoto and Noriyasu Hirata of Japan during their quarterfinals at the Thomas Cup world badminton team championships in Chinas central city of Wuhan, in Hubei province on May 23, 2012. Japan defeated Indonesia to advance to the semifinals. AFP PHOTO / LIU JIN (Photo by LIU JIN / AFP) Foto: AFP/LIU JIN
Jakarta -

Pebulutangkis yang pernah meraih emas Olimpiade 2008 Markis Kido meninggal dunia semalam, diduga akibat serangan jantung. Diketahui, pemuda berusia 36 tahun ini juga mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Tekanan darah normal berada pada rentang 120-129 mmHg untuk tekanan sistolik (TDS) dan 80-83 mmHg pada tekanan diastolik (TDD). Sedangkan pada hipertensi, tensi berada di atas 40 mmHg (TDS) dan 90 mmHg (TDD), berdasarkan pengukuran berulang.

Kondisi ini kerap ditakutkan lantaran jika tidak terkontrol, bisa menimbulkan tekanan pada dinding pembuluh darah yang berujung penyakit sistem peredaran darah, seperti serangan jantung dan stroke. Terlebih, hipertensi seringkali tidak bergejala. Keluhan sakit kepala, sesak nafas, dan mimisan biasa muncul jika tensi tinggi sudah membahayakan.

Dikutip dari laman resmi Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), pemeriksaan tekanan darah di rumah (PTDR) bisa dilakukan sendiri menggunakan tensimeter elektronik/digital otomatis atau semi-otomatis yang digunakan pada lengan atas.

Disebutkan, PTDR sebaiknya dilakukan setiap hari, minimal 3 hari sebelum jadwal jadwal kontrol ke dokter. Untuk pengukuran pagi hari, lakukan 1 jam setelah bangun, setelah berkemih, sebelum makan pagi dan minum obat hipertensi. Pastikan tidak merokok, makan, minum, berolahraga, dan konsumsi kafein 30 menit sebelum mengukur.

Sedangkan untuk malam hari, PTDR dilakukan sebelum tidur.

Berikut langkah-langkah melakukan PTDR:

  • Telapak kaki menapak pada lantai, punggung disandarkan dan lengan diistirahatkan di meja.
  • Pilih manset sesuai ukuran lengan atas, lilitkan dengan posisi bagian bawah manset 2-3 cm di atas lipatan lengan. Sebaiknya, pilih manset yang jarang digunakan beraktivitas.
  • Usahakan tidak berbicara saat mengukur tensi agar tidak memengaruhi hasil.
  • Lakukan pengukuran secara berulang, misalnya lakukan 2-3 kali dalam satu waktu dengan beda waktu 1-2 menit antara pengukuran pertama, kedua dan ketiga, kemudian dirata-rata.
  • Catat hasil pengukuran untuk dokumentasi pribadi dan konsultasi ke dokter.

Berikut kategori kondisi tekanan darah yang perlu dikenali:

  • Tekanan darah optimal: TDS kurang dari 120 mmHg dan TDD kurang dari 80 mmHg
  • Tekanan darah normal: TDS 120-129 mmHg dan/atau TDD 80-84 mmHg
  • Tekanan darah normal-tinggi: TDS 130-139 mmHg dan/atau TDD 85-89 mmHg
  • Hipertensi derajat 1: TDS 140-159 mmHg dan/atau TDD 90-99 mmHg
  • Hipertensi derajat 2: TDS 160-179 mmHg dan/atau TDD 100-109 mmHg
  • Hipertensi derajat 3: TDS lebih dari 180 mmHg dan/atau TDD 110 mmHg
  • Hipertensi sistolik terisolasi: TDS lebih dari 140 mmHg dan TDD kurang dari 90 mmHg


Simak Video "Yuk Belajar CPR, Pertolongan Pertama Henti Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)