Selasa, 15 Jun 2021 19:15 WIB

Varian Corona Delta 'Menggila' di Kudus, Dinkes Telusuri Kontak Erat 28 Orang

Dian Utoro Aji - detikHealth
Virus Corona terbaru atau Sars-Cov-2 yang menjadi penyebab COVID-19 memang berbahaya. Tapi tampilannya di bawah mikroskop bisa sangat bertolak belakang. Foto: NIAID
Kudus -

Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah melakukan tracing terhadap orang terkonfirmasi positif COVID-19 varian baru B1617.2 atau delta dari India. Sebelumnya sebanyak 28 sampel orang dinyatakan positif COVID varian Delta.

"Kita baru mendapatkan hasil tes whole genome sequencing (WGS), itu disampaikan dari 34 sampel didapatkan 28 di antaranya didapatkan varian baru itu ya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Badai Ismoyo kepada wartawan ditemui di kantornya, Selasa (15/6/2021).

Badai menjelaskan pihaknya saat ini masih melakukan pelacakan kontak erat terhadap orang yang terkena positif COVID-19 B1617.2 asal India. Disebutkan pihaknya akan mencari tahu apakah kontak erat juga terkonfirmasi varian Delta atau bukan.

"Lha dari 28 orang itu kan harus melakukan pelacakan terhadap 28 yang kita kirim. Di antaranya mencari kontak erat, kemudian kontak erat ketemu nanti dikalikan 10 saja, kita akan menjumpai 280 orang. Kita tindaklanjuti WGS apakah sama," ungkap Badai.

"Dimungkinkan diambil sampelnya, metodenya seperti itu. By name by address sudah ada, kita sebagai pengirim ada (identitasnya). Cuman itu medical record tidak boleh dibuka," sambung dia.

Badai juga masih melakukan pelacakan riwayat perjalanan dari 28 orang yang dinyatakan positif COVID-19 Delta. Dia belum memastikan 28 orang itu merupakan pekerja migran yang pulang ke Kudus.

"(Ditanya soal pekerja migran) Sedang dilakukan pelacakan, apakah punya riwayat perjalanan. Kita sedang mencari kontak eratnya, sebagai penular pertama bisa jadi. Dia pernah melakukan perjalanan apa tidak," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 28 orang di Kudus, Jawa Tengah dipastikan positif COVID-19 varian baru jenis B.1617.2. Hasil itu diketahui setelah Kemenkes mengambil sampel untuk mengetahui penyebab penyebaran virus Corona di Kudus.

"Kemarin sudah ada penelitian dari UGM, yang di sini ada varian baru B.1617.2 yang diambil sampel. Itu dulu, by name by address belum tahu siapa itu yang kena varian baru, kemarin ada 34 yang keluar 28 ada varian baru (B.1617.2)," jelas Bupati Kudus HM Hartopo kepada wartawan ditemui di Pendopo Kabupaten Kudus, Minggu (13/6/2021).

Hartopo mengatakan adanya temuan varian baru tersebut menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk melakukan langkah kebijakan guna memutus penyebaran COVID-19 di Kudus. Apalagi menurutnya varian baru lebih gampang menular.

"Sampai sekarang ada warning seperti itu kita harus punya langkah konkret dan tegas, bagaimana PPKM Mikro ini kita optimalkan," jelasnya.

"Varian baru lebih masif dan cepat, ini diperketat masalah prokes, jangan mudah membuka masker. Di ruang saling ngobrol itu bisa masker, jangan sampai lepas memakai masker," ungkapnya.



Simak Video "Kasus Corona Melonjak, Ini Akses Kudus yang Dibatasi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)