Rabu, 16 Jun 2021 10:00 WIB

Israel Cabut Aturan Wajib Masker dalam Ruangan, Wabah COVID-19 Berakhir?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Israelis walk in a market in Tel Aviv, Israel, Sunday, April 18, 2021. Israel has lifted a public mask mandate and fully reopened its education system in the latest easing of coronavirus restrictions following its mass vaccination drive. (AP Photo/Sebastian Scheiner) Foto: AP/Sebastian Scheiner
Jakarta -

Israel mencabut aturan wajib masker di dalam ruangan pada Selasa (15/6/2021). Berbarengan dengan catatan angka kematian Corona yang menurun drastis.

Dikutip dari Business Insider, penerapan aturan masker ini sesuai dengan pertimbangan April lalu saat aturan wajib masker di luar ruangan lebih dulu dicabut.

"Israel tidak lagi mewajibkan orang untuk memakai masker di dalam ruangan, karena laporan infeksi terus menurun," demikian sebut Kementerian Kesehatan Israel mengumumkan pada hari Selasa.

Kasus kematian Corona mulai dari awal Juni hanya sebanyak 1 kasus, hingga tak ada laporan kematian COVID-19 per harinya. Jumlah kasus menurun drastis dari puncaknya di awal Januari, dalam sehari bisa melaporkan 101 kematian Corona, relatif tinggi untuk negara berpenduduk sekitar 9 juta orang.

Menurut New York Times, Israel sudah memberikan dua dosis vaksin Corona pada 57 persen populasinya. Dr Eyal Zimlichman, wakil direktur jenderal di Sheba Medical Center di Tel Aviv, mengatakan kepada Insider's Aria Bendix pada awal Juni bahwa negara itu telah mencapai herd immunity.

"Ini mungkin akhir dari COVID-19 di Israel, setidaknya dalam hal strain saat ini yang kita ketahui," katanya.

Meski begitu, masker mungkin masih akan diperlukan dalam beberapa keadaan. Staf dan pasien yang belum divaksinasi di fasilitas medis akan tetap membutuhkan masker, begitu juga dengan penumpang pesawat dan mereka yang sedang menjalani karantina.

Data Universitas Johns Hopkins menunjukkan Israel sejauh ini mencatat 840 ribu kasus COVID-19 dengan 6.428 orang yang meninggal karena Corona.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)