Kamis, 17 Jun 2021 07:14 WIB

Round Up

Masih Terus Dikebut, Vaksin Merah Putih Kapan Siap Pakai?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Ilustrasi vaksin Corona (Foto: iStock)
Jakarta -

Indonesia saat ini mengembangkan 7 kandidat vaksin merah putih, vaksin Corona yang dibuat dan dikembangkan dengan virus yang bersirkulasi di dalam negeri. Prosesnya masih terus dikebut, diperkirakan siap pakai 2022.

Salah satunya adalah vaksin berbasis inactivated virus yang dikembangkan Universitas Airlangga, yang diperkirakan sudah bisa mendapat emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Maret 2022.

Selain itu, vaksin merah putih yang dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman juga menunjukkan progres yang meyakinkan. Diperkirakan September tahun depan sudah bisa dipergunakan.

"Lembaga Eijkman sudah menyelesaikan 90 persen lebih fase RBD-nya dan saat ini sedang dalam proses transisi dari RBD ke industri, yaitu Bio Farma," kata Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME) Prof Amin Subandrio dalam Rapat RDP Komisi VII DPR RI, Rabu (16/6/2021).

Perkembangan terbaru 7 kandidat vaksin merah putih adalah sebagai berikut.

1. Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman

Platform: Subunit Protein Rekombinan

Progres: Lembaga Eijkman dan PT Bio Farma tengah melakukan ekspresi protein spike. Diperkirakan melakukan uji preklinis pada November 2021.

Uji klinis fase 1-3, diperkirakan bisa dilakukan pada Januari 2022 sampai Agustus 2022 dan EUA diharapkan bisa keluar pada September tahun depan.

2. Universitas Airlangga (Unair)

Platform: Inactivated Virus

Progres: Tengah melalui uji preklinis. Diperkirakan akan melakukan uji klinik fase 1-3 pada Agustus 2021 dan mendapat EUA pada Maret 2022.

3. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Platform: Rekombinan

Progres: Sudah mendapat protein rekombinan fusi. Diperkirakan seed vaccine bisa siap pada Agustus 2021, kemudian uji preklinis pada Januari 2022. Jika berjalan lancar, uji klinis bisa dilakukan pada April-Desember 2022 dan mendapat EUA pada Januari 2023.

4. Institut Teknologi Bandung (ITB)

Platform: Subunit Protein Rekombinan dan Adenovirus Vector

Progres: Purifikasi Protein Subunit dan Produksi Vector Adenovirus sudah dilakukan. Masuk dalam tahap uji imunogenisitas di tahun ini.

Perkembangan terbaru vaksin Merah Putih yang dikembangkan UI hingga Universitas Padjadjaran (Unpad) bisa disimak di halaman berikut.

5. Universitas Indonesia (UI)

Platform: DNA, mRNA, dan Virus Like Particles

Progres: Untuk vaksin berbasis DNA diperkirakan bisa mulai melakukan uji klinik fase 1 dan 2 pada Januari-Juni 2022. Kemudian EUA diharapkan bisa keluar pada Juli 2022. Sementara itu, untuk platform mRNA dan virus Like Particles, masih belum diketahui detail perkembangannya.

6. Universitas Gadjah Mada (UGM)

Platform: Subunit Protein Rekombinan

Progres: Pengembangan dan pemurnian DNA sudah dilakukan. Diperkirakan akhir 2021 ini sudah dapat dilakukan uji imunogenisitas.

7. Universitas Padjadjaran (Unpad)

Platform: Protein Rekombinan dan Peptida, igY Anti-RBD spike SARS-CoV-2 sebagai kandidat dari vaksin pasif covid-19.

Progres: Sudah mengajukan izin ke komisi etik hewan untuk penggunaan hewan dalam uji coba dan uji toksisitas.

Diperkirakan seed vaksin Merah Putih dari institusi ini bisa diperoleh September 2021, uji preklinis bisa selesai pada Oktober 2021, uji klinik 1-3 diperkirakan selesai pada September 2022, dan akan mendapatkan EUA pada September 2022.

(up/up)