Kamis, 17 Jun 2021 15:30 WIB

Bukan Cuma Varian Delta, Ini Biang Kerok Amukan Corona di RI Menurut Satgas

Vidya Pinandhita - detikHealth
Pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet, Jakarta, meningkat. Kini Bed Occupancy Rate (BOR) di Wisma Atlet menyentuh angka 80% dari kapasitas normal. Foto: Rengga Sencaya
Jakarta -

Meski varian Delta atau B1617.2 asal India disebut lebih mudah menular dengan gejala berat, Satgas COVID-19 menegaskan belum ada kepastian soal varian tersebut menyebabkan lonjakan kasus di sejumlah wilayah RI. Namun dipastikan, lonjakan ini adalah imbas masyarakat mudik pada Lebaran 2021.

"Peningkatan penularan yang terjadi saat ini menurut kami sudah jelas kaitannya dengan mobilitas dan kerumunan terkait dengan libur panjang yaitu Idul Fitri. Polanya sama dengan kejadian-kejadian seperti tahun lalu liburan panjang," terang juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (17/6/2021).

Ia menyebut, pada awal Februari hingga pertengahan Mei 2021, kasus COVID-19 di Indonesia mengalami penurunan dengan keterisian rumah sakit (BOR) mencapai 30 persen dari rata-rata di Indonesia. Namun setelah momen libur Lebaran, kasus kembali naik sesuai kalkulasi yang telah dilakukan terkait imbas masyarakat mudik.

Hingga kini, belum ada kepastian soal potensi varian Delta menyebabkan lonjakan kasus di Indonesia. Namun melihat kondisi sekarang, ditambah penemuan varian-varian baru yang terus terjadi termasuk varian Delta, besar kemungkinan varian baru ini berkontribusi dalam lonjakan kasus.

"Penularan tinggi dan dilakukannya WGS (Whole Genome Sequencing) dan varian-varian tertentu seperti dari India itu membuktikan bahwa virus-virus varian tertentu sudah bersirkulasi di Indonesia," ujar Prof Wiku.

"Namun untuk mengetahui apakah penyebabnya peningkatan kasus itu karena varian atau peningkatan kasus terkait libur panjang, yang jelas kita bisa melihatnya dari libur panjang. Perlu penelitian lebih jauh yang menghubungkan WGS dari varian-varian tertentu dengan peningkatan kasus," pungkasnya.



Simak Video "31 Persen Wilayah di Indonesia Disebut Kebal Varian Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)