Jumat, 18 Jun 2021 12:04 WIB

Corona RI Melonjak, Nakes Mulai Terpaksa Pilih-pilih Pasien

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus positif COVID-19 di ibu kota disebut kini alami perlambatan yang signifikan. Hal itu beri semangat baru bahwa Indonesia dapat bangkit lawan Corona. Foto: Antara Foto
Jakarta -

Corona di Indonesia mengkhawatirkan, lima organisasi profesi kesehatan, seperti Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Kardiovaskular Indonesia (PERKI), hingga Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendesak penerapan PPKM di seluruh wilayah terutama pulau Jawa.

Pasalnya, jika tak segera dilakukan, sejumlah fasilitas kesehatan rumah sakit terancam kolaps dan bisa berdampak pada sektor ekonomi hingga pendidikan.

Ketua Pokja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Erlina Burhan, SpP, menggambarkan kondisi di beberapa rumah sakit. Tak sedikit para tenaga kesehatan yang kini terpaksa memilih mana pasien Corona yang harus ditangani lebih dulu, imbas stok alat kesehatan seperti oksigen terbatas.

"Jadi kalau cerita dari teman-teman, yang pasiennya sangat banyak antri di IGD kemudian apalagi pasien-pasien itu membutuhkan oksigen yang segera, nah ini akan menjadi masalah," ceritanya dalam konferensi pers Jumat (18/6/2021).

"Karena oksigen pun titik-titiknya terbatas, kalau oksigennya ada 9, pasiennya ada 20 nah itu akan jadi dilematis sekali bagi dokter untuk memutuskan yang mana yang diberi oksigen," sambungnya.

Peningkatan jumlah pasien Corona dinilai dr Erlina meningkat drastis. Jauh lebih cepat ketimbang tahun lalu, ia mencontohkan data okupansi RS dari semula 20 hingga 30 persen di Mei lalu, kini sudah melonjak drastis.

"Nah ini sungguh situasi yang tidak menyenangkan bagi fasilitas kesehatan bagi dokter dan apalagi keluarga yang melihat keluarganya sudah sangat-sangat sesak tapi tidak dapat diberikan oksigen. itu kondisi itu, sudah terjadi di beberapa rumah sakit," cerita dia.

"Dari okupasi 20 sampai 30 persen Mei, sekarang tiba-tiba 80 persen ini menunjukkan bahwa pasien itu luar biasa. Kami ini di hilir, ada batasannya, oleh sebab itu kita minta pada pemerintah pusat untuk lebih tegas berani dan juga penerapan PPKM ini menyeluruh jangan sporadis," pungkasnya.



Simak Video "Daftar Kontak Mobil Darurat untuk Evakuasi Pasien COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/fds)