Jumat, 18 Jun 2021 18:02 WIB

Masker Kain Tak Lagi Dianjurkan, Ahli Minta Warga Pakai Masker Bedah

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Self-sewn mouth-nose masks against corona viruses hang on the clothesline to dry. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rike_
Jakarta -

Memakai masker menjadi salah satu kunci penting dalam upaya meminimalisir penularan virus Corona. Sejak awal pandemi merebak di Indonesia, pakar sudah mewanti-wanti masyarakat agar tak kendor dalam memakai masker terlebih jika berada di tempat umum.

Namun pemakaian masker juga tak boleh asal dan penggunaannya harus diperhatikan. Penggunaan masker kain tiga lapis saat ini mulai tidak disarankan.

"Masker kain sudah tidak dianjurkan, lagipula masker bedah sudah banyak tersedia dan harganya terjangkau. Gunakan hanya masker berkualitas," kata vaksinolog dan spesialis penyakit dalam dr Dirga Sakti Rambe, dalam webinar, dikutip dari ANTARA, Jumat (18/6/2021).

Masker kain dinilai kurang melindungi seseorang dari paparan virus Corona. Meski demikian penggunaannya masih diperbolehkan jika dilapisi dengan masker bedah agar bisa lebih terlindungi.

Penggunaan masker masih sangat penting dalam mencegah penularan COVID-19. Masker medis pun terbukti masih paling efektif mengurangi paparan jika digunakan dengan tepat.

"Saya menyarankan untuk mengganti masker maksimal 6 jam, atau ganti segera setelah masker sudah basah atau kotor," terangnya.

Melepas dan membuang masker dengan benar

dr Dirga juga mengingatkan masyarakat agar tidak melepas dan membuang masker sembarangan. Melepas dan membuang masker harus dilakukan dengan benar yakni lepas tali elastis dari telinga, jauhkan masker dari pakaian dan wajah untuk menghindari permukaan masker yang bisa saja sudah terkontaminasi.

Setelah itu buang di tempat sampah, kemudian bersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir atau cairan pembersih berbahan alkohol.



Simak Video "Kelebihan dari Menggunakan Kombinasi Masker Medis dan Kain"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)