Sabtu, 19 Jun 2021 20:00 WIB

Terinfeksi Jamur Hitam, Tiga Anak di India Harus Kehilangan Matanya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Belum usai hadapi tsunami Corona dan jamur hitam, India kembali dihadapkan pada ancaman baru yakni jamur putih. Apa itu infeksi jamur putih? Tak hanya orang dewasa, infeksi jamur hitam juga menyerang anak-anak. (Foto: AP Photo/Mahesh Kumar A)
Jakarta -

Kasus jamur hitam atau mucormycosis terus menyebar dan menjadi pandemi di India. Bahkan saat ini kasusnya sudah mencapai lebih dari 10.000 di tengah COVID-19 yang masih tinggi ini.

Seperti yang diketahui, mucormycosis ini bisa menyerang manusia dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk pasien COVID-19. Infeksi ini juga sangat berisiko pada mereka yang mengidap penyakit diabetes yang tidak terkontrol.

Akibatnya, sejumlah anggota tubuh seperti mata, gigi, dan jaringan lain yang terinfeksi jamur hitam ini harus diangkat. Hal ini menjadi salah satu cara yang efektif untuk menghentikan infeksi jamur hitam sampai ke otak dan menyebabkan kematian.

Tak hanya pada orang dewasa, baru-baru ini dokter terpaksa harus mengangkat mata dari tiga anak di India yang terinfeksi jamur hitam yang terkait dengan COVID-19.

Ketiga anak asal Mumbai itu masing-masing berusia 4,6, dan 14 tahun. Anak yang berusia 14 tahun tersebut diketahui juga mengidap diabetes. Dokter mengatakan matanya 'menghitam' dalam waktu 48 jam.

"Jamur itu juga menyebar ke hidung. Untungnya, itu tidak sampai mengenai otak. Kami merawatnya selama enam minggu, tetapi sayangnya ia harus kehilangan matanya," kata konsultan senior dokter anak di RS Fortis, Dr Jesal Sheth, dikutip dari The Sun, Sabtu (19/6/2021).

Sementara itu, dua anak lainnya dirawat di Rumah Sakit Mata dan THT KBH Bachooali Mumbai karena terinfeksi COVID-19. Seorang dokter mata di RS tersebut, Dr Prithesh Shetty, mengatakan mereka sudah mengalami kebutaan di salah satu matanya.

"Jamur hitam menyebar di mata mereka, dan jika kita tidak angkat mata mereka, hidup mereka dalam bahaya. Mereka sudah buta di satu mata dan itu sangat menyakiti mereka," ujar Dr Shetty.

Selain ketiga anak tersebut, satu anak lainnya yang berusia 16 tahun juga terinfeksi jamur hitam. Anak tersebut diketahui terinfeksi COVID-19 dan mengidap diabetes, sehingga menyebabkan bagian dari dalam perutnya terinfeksi jamur hitam.

"Sebelumnya, anak 16 tahun itu sudah sembuh dari COVID-19 dan tidak mengidap diabetes. Tapi, dia datang pada kami dan tiba-tiba mengidap diabetes," jelas Dr Jesal Sheth.

"Ususnya mulai berdarah. Kami melakukan angiografi dan menemukan bahwa jamur hitam itu telah menginfeksi pembuluh darah di dekat perutnya," pungkasnya.



Simak Video "India Nyatakan Epidemi Kasus Jamur Hitam"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)