Senin, 21 Jun 2021 05:00 WIB

Bisa Selamatkan Nyawa, Bagaimana Melakukan CPR yang Benar?

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Denmarks Christian Eriksen lays on the ground after collapsing during the Euro 2020 soccer championship group B match between Denmark and Finland at Parken stadium in Copenhagen, Denmark, Saturday, June 12, 2021. (Friedemann Vogel/Pool via AP) Momen Christian Eriksen kolaps dan mendapat resusitasi jantung paru yang menyelamatkan nyawanya (Foto: AP/Friedemann Vogel)

"Kalau kasih napas buatan kan gak mungkin (karena pandemi), jadi bisa lakukan kompresi. 120 Kali kompresi per menit supaya jantung bisa memompa darah ke otak. Karena otak kan butuh oksigen," lanjutnya.

Kompresi ini dilakukan dengan meletakan satu tumit tangan berada di atas jantung. Lalu tentukan titik kompresinya. Setelah itu, kunci dengan tangan satunya. Usahakan tangan yang di atas adalah tangan dominan, agar tenaganya lebih besar.

"Lakukan terus (CPR) sampai ada tanda kehidupan dari pasien atau nafasnya mulai ada lagi. Misalnya ada ekspresi wajah nyeri atau gelisah," kata Deby.

Hitungan saat melakukan resusitasi jantung pun punya tempo tersendiri. Jangan terlalu cepat saat memompa karena bisa menyebabkan darah yang masuk ke jantung tidak bisa keluar.

"Jantung kan punya satu pintu masuk dan pintu keluar. Kalau dipompa terlalu cepat nanti jantung bingung dan aliran darah tadi tidak bisa keluar," ujar Deby

Lalu siapa saja yang bisa melakukan CPR?

CPR bisa dilakukan oleh siapa saja yang punya ilmu dasar mengenai CPR. Anak kecil sekalipun, jika memang ia bisa melakukannya maka tidak ada masalah.

Namun, efektivitas dari CPR harus tetap diperhatikan. Menghubungi ambulans atau tenaga medis adalah pilihan terbaik yang bisa kamu lakukan dan wajib didahulukan.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Yuk Belajar CPR, Pertolongan Pertama Henti Jantung"
[Gambas:Video 20detik]

(up/up)