Senin, 21 Jun 2021 17:18 WIB

Pecah Rekor dan Tembus 2 Juta Kasus, Sampai Kapan COVID-19 RI Ngegas Terus?

Firdaus Anwar - detikHealth
Sejumlah kendaraan ambulans dan bus sekolah yang membawa pasien COVID-19 antre untuk masuk kawasan Rumah Sakit Darurat  COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, Jakarta, Kamis (10/6). Antrean ambulans yang mengantar pasien COVID-19 ke RS Wisma Atlet (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Indonesia kembali mencatat penambahan kasus COVID-19 tertinggi pada Senin (21/6/2021). Dilaporkan ada 14.536 kasus baru, membuat total kasus COVID-19 yang sudah terkonfirmasi di Indonesia mencapai 2.004.445.

Rekor penambahan kasus dalam sehari ini mengalahkan puncak gelombang pertama COVID-19 Indonesia di awal tahun lalu. Tercatat pada 30 Januari 2021 terdapat penambahan 14.518 kasus COVID-19 dalam sehari.

Pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono memprediksi kondisi wabah kali ini akan lebih buruk dari gelombang pertama. Ini karena kepedulian terhadap protokol kesehatan yang semakin berkurang ditambah munculnya varian baru.

"Kalau kemarin Januari-Februari disebut puncak pertama, ya, saat ini bisa disebut kita sudah di gelombang kedua, tapi belum selesai. Dan ini kemungkinan menuju puncak gelombang kedua yang lebih tinggi dari yang pertama," ungkap Pandu.

Data yang dilaporkan Satgas Penanganan COVID-19 menunjukkan laju kasus Corona Indonesia sempat turun pada akhir Februari 2021. Kala itu penambahan kasus harian tidak lagi menyentuh angka di atas 10.000 dan kasus aktif perlahan turun, sempat di bawah 100.000.

Namun, laju kasus COVID-19 kembali naik secara signifikan mulai dari awal Juni 2021. Beberapa ahli menyebut ini merupakan dampak dari mobilitas masyarakat yang tinggi pada libur Lebaran Idul Fitri.

Berikut detail penambahan kasus COVID-19 pada Senin (21/6/2021):

  • Kasus positif bertambah 14.536 menjadi 2.004.445
  • Pasien sembuh bertambah 9.233 menjadi 1.801.761
  • Pasien meninggal bertambah 294 menjadi 54.956


Simak Video "Sejumlah Media Asing Soroti Lonjakan Kasus COVID-19 di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)