Senin, 21 Jun 2021 18:13 WIB

Seruan IDI: Kendalikan Pandemi, Berlakukan Pembatasan Mobilitas Ketat!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sejumlah tenaga kesehatan berjalan menuju ruang perawatan pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/5/2021). Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet, Letkol Laut (K) Muhammad Arifin mengatakan tidak akan mengurangi jumlah tenaga kesehatan selama masa Lebaran 2021, hal tersebut untuk mengantisipasi kenaikan kasus COVID-19 dari masyarakat yang tetap melakukan mudik meski adanya larangan pemerintah sama seperti periode tahun lalu. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

Kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia kian mengkhawatirkan. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) melihat adanya lonjakan kasus dan kematian yang cukup besar sehingga meminta pemerintah daerah dengan tegas memberlakukan pengetatan dan pembatasan mobilitas masyarakat.

"Memohon kepada seluruh pemerintah daerah khususnya yang daerahnya mengalami lonjakan kasus COVID-19 untuk menyempurnakan strategi PPKM mikro sebagai upaya memutus rantai penularan," tulis PB IDI dalam keterangan tertulis, Senin (21/6/2021).

PB IDI juga meminta perlindungan bagi tenaga kesehatan yang bekerja merawat pasien COVID-19 untuk meminimalisir risiko keterpaparan saat bekerja.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum PB IDI dr Daeng M Faqih, juga berisi permohonan agar pemerintah mempercepat pelaksanaan vaksinasi massal dan memperluas upaya tracing dan testing pada semua kelompok umur, termasuk anak-anak.

"Meminta masyarakat untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan dengan pengawasan yang ketat dan sanksi tegas dari aparat penegak hukum," tegas IDI.



Simak Video "11 Platform Telemedicine Dinilai Belum Mencakup Kebutuhan Isoman Masyarakat"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)