Selasa, 22 Jun 2021 15:18 WIB

Awas! Ivermectin Obat Keras, Ini Efek Samping Kalau Dipakai Sembarangan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
man hand holding his nutritional supplemets, healthy lifestyle background. Foto: iStock
Jakarta -

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mewanti-wanti obat antiparasit Ivermectin tergolong bahan kimia yang punya efek samping. Meski ditemukan adanya indikasi membantu penyembuhan pasien Corona, obat ini harus digunakan sesuai dengan resep dan pengawasan dokter.

"Izin edar sebagai obat cacing, dan ini obatnya adalah obat berbahan kimia ya, tapi bahan kimia yang ada efek sampingnya," tegas Penny dalam siaran live Selasa (22/6/2021).

Ivermectin tergolong sebagai obat keras. Penggunaan tanpa indikasi medis dalam jangka panjang bisa menyebabkan efek samping.

Penggunaan Ivermectin sendiri tidak dianjurkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) sebagai pengobatan COVID-19. Sebab, masih perlu penelitian mendalam apakah Ivermectin tepat untuk mengobati COVID-19.

Dikutip dari laman FDA, beberapa efek samping dari penggunaan Ivermectin termasuk ruam kulit, mual, muntah, diare, sakit perut, pembengkakan wajah atau anggota badan, efek samping neurologis (pusing, kejang, kebingungan), penurunan tekanan darah secara tiba-tiba, ruam kulit yang parah. Penggunaan obat ini juga berpotensi menyebabkan cedera hati.

Sampai saat ini pengujian Ivermectin sebagai 'terapi COVID-19' masih terbatas pada uji in-vitro di laboratorium karena disebut memiliki potensi antivirus. Hanya saja uji klinis tetap diperlukan untuk melihat khasiat dan keamanan Ivermectin sebelum digunakan sebagai terapi pengobatan COVID-19.



Simak Video "Lampu Hijau Uji Klinis Ivermectin Sebagai Obat COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)