Rabu, 23 Jun 2021 08:00 WIB

Kapan Sih Orang Harus Melakukan Tes COVID-19? Begini Penjelasannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Penumpang bus AKAP yang akan mudik dan kembali dari kampung halaman antre menjalani tes cepat antigen di Terminal Terpadu Pulo Gebang,  Jakarta Timur, Selasa (18/5/2021). Penumpang yang hasil tesnya reaktif wajib menjalani isolasi mandiri di ruangan yang disediakan di terminal sebelum menjalani tes usap PCR dan dibawa ke rumah sakit bila positif Covid-19. Kapan sih seseorang harus melakukan tes COVID-19? (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Kasus COVID-19 di Indonesia saat ini terus melonjak. Hal ini berpengaruh pada keterisian rumah sakit dan tempat isolasi terpusat yang semakin penuh.

Untuk itu, masyarakat terus diimbau untuk tetap melakukan berbagai pencegahan. Misalnya seperti menerapkan protokol kesehatan hingga melakukan tes COVID-19 jika mengalami gejala atau berinteraksi dengan pasien COVID-19.

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk melakukan tes COVID-19?

Menurut dokter spesialis mikrobiologi klinis dari Intibios Lab, dr Enty, SpMK, ada dua kondisi yang membuat seseorang perlu melakukan tes COVID-19.

Pertama, jika orang tersebut mengalami gejala. Kedua, jika orang tersebut sempat melakukan kontak langsung dengan orang yang dinyatakan positif COVID-19 dalam dua pekan terakhir.

"Kalau yang bersangkutan menyadari adanya kontak dengan terduga atau pasien yang sudah dinyatakan positif COVID-19. Namanya tracing, tapi mandiri," ujarnya saat ditemui detikcom di Jakarta, Kamis (18/2/2021).

Untuk bisa melakukan tes PCR (polymerase chain reaction), seseorang tidak harus menunggu hasil tracing oleh pemerintah atau fasilitas kesehatan. Jika ada orang terdekat yang dipastikan positif, seseorang harus melakukan tes baik mengalami gejala atau tidak.

Jika tracing secara mandiri, kegiatan ini bisa difasilitasi oleh kantor atau komunitas. Tujuannya agar bisa membantu pemerintah dalam melacak penyebaran dan laju COVID-19 di lingkungan sekitarnya.

"Dengan siapa saja kontak dalam 2 minggu terakhir? Misal di kantor (ada yang positif), itu populasi seluruhnya bisa dilakukan pemeriksaan. Umumnya dari pemerintah, tapi tidak menutup kemungkinan ada tracing dari kantor dan organisasi," imbuhnya.



Simak Video "Perlukah Tes COVID-19 Ulang Usai 14 Hari Isoman?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)