Rabu, 23 Jun 2021 08:38 WIB

Fakta-fakta Ivermectin yang Ditegaskan BPOM Obat Cacing, Bukan Obat COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ivermectin is not a brand name: it is the generic term for the drug. Foto: Getty Images/iStockphoto/RapidEye

3. Bukan obat antivirus

Menurut Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Brigjen TNI (Purn) dr Alexander K Ginting, SpP(K), obat Ivermectin ini termasuk obat antiparasit atau biasa disebut obat cacing. Sampai saat ini, obat ini belum mendapatkan izin edar sebagai obat yang digunakan dalam terapi COVID-19.

"Belum (ada izin). Obat ini masih dalam status penelitian dan bukan obat bebas, sehingga obat ini harus tetap di sediakan di apotik sebagai obat anti parasit yaitu obat cacing," terangnya saat dihubungi detikcom, Selasa (22/6/2021).

"Jika untuk indikasi sebagai obat anti virus tentunya harus lewat jalur penelitian dan harus ada rekomendasi BPOM," imbuhnya.

4. Kenapa obat cacing ini diklaim jadi obat COVID-19?

Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Apt Zullies Ikawati mengungkapkan Ivermectin ini memang sempat diteliti untuk obat COVID-19 di Australia. Tetapi, di Indonesia sendiri belum ada uji klinis yang mendukung.

"Obat yang awalnya adalah obat antiparasit dan obat cacing dilaporkan oleh tim peneliti dari Australia bahwa memiliki aktivitas antiviral secara in vitro terhadap virus SARS-CoV-2. Sontak temuan ini memberi harapan baru terhadap terapi Covid yg sampai saat ini masih belum mendapatkan obat yang ampuh, sementara kasusnya semakin meningkat." terang Prof Zullies pada detikcom, Selasa (22/6/2021).

"Namun demikian, untuk digunakan sebagai terapi Covid, tentu diperlukan bukti-bukti klinis yang kuat untuk menimbang manfaat dan risikonya, dengan desain uji klinik yang shahih sehingga datanya dapat dipercaya," lanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Sederet Efek Samping Berbahaya dari Penggunaan Obat Ivermectin"
[Gambas:Video 20detik]