Rabu, 23 Jun 2021 08:38 WIB

Fakta-fakta Ivermectin yang Ditegaskan BPOM Obat Cacing, Bukan Obat COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ivermectin is not a brand name: it is the generic term for the drug. Foto: Getty Images/iStockphoto/RapidEye

5. Penelitian Ivermectin untuk obat COVID-19 baru akan dimulai

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi menegaskan uji klinis Ivermectin untuk COVID-19 baru akan dimulai. Ini dilakukan demi melihat adanya bukti ilmiah soal khasiat, keamanan, dan efektivitas Ivermectin ini sebagai obat COVID-19.

Selaras dengan itu, Prof Zullies juga membenarkan bahwa uji klinis Ivermectin di Indonesia baru akan dimulai. Meski sudah dikaji di sejumlah negara, hasilnya masih bervariasi.

6. Efek samping Ivermectin

Ivermectin ini tergolong sebagai obat keras. Jika dikonsumsi tanpa ada indikasi medis dan dalam jangka panjang, bisa menyebabkan efek samping.

Terkait hal ini, Prof Zullies mengatakan meski Ivermectin obat keras, sebenarnya cukup aman. Efek samping yang muncul meliputi nyeri otot, demam, hingga Sindrom Stevens-Johnson.

"Sebenarnya secara keamanan cukup aman, efek sampingnya meliputi nyeri otot atau sendi, ruam kulit, demam, pusing, sembelit, diare, mengantuk, dan Sindrom Stevens-Johnson. Yang terakhir yang agak bahaya, tetapi kejadiannya jarang," jelas Prof Zullies.

Dikutip dari laman FDA, ada beberapa efek samping yang muncul dari penggunaan Ivermectin. Efek sampingnya seperti ruam kulit, mual, muntah, diare, sakit perut, pembengkakan di wajah atau anggota tubuh, efek samping neurologis (pusing, kejang, kebingungan), penurunan tekanan darah secara tiba-tiba, hingga berpotensi menyebabkan cedera hati.

Halaman
1 2 3 Tampilkan Semua


Simak Video "Sederet Efek Samping Berbahaya dari Penggunaan Obat Ivermectin"
[Gambas:Video 20detik]

(sao/naf)