Rabu, 23 Jun 2021 10:33 WIB

Sebaran 160 Kasus Corona Varian Delta di 9 Provinsi, Jateng Terbanyak!

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Bangkok, Thailand - Mar 2020 : Crowd of unrecognizable business people wearing surgical mask for prevent coronavirus Outbreak in rush hour working day on March 18, 2020 at Bangkok transportation Foto: Getty Images/Tzido
Jakarta -

Penularan varian baru Corona mulai merebak di Indonesia. Salah satunya adalah varian Delta atau B1617.2, yang pertama kali teridentifikasi di India.

Kementerian Kesehatan RI mencatat ada sebanyak 160 kasus varian Delta di Indonesia. Sejumlah kasus tersebut tersebar di 9 provinsi, seperti Sumatera Selatan, DKI Jakarta, dan Kalimantan Tengah.

Berdasarkan situs litbang.kemkes.go.id, 160 kasus varian delta ini ditemukan dari hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) per 20 Juni 2021, sebanyak 2.242 sampel.

Selain varian Delta, Kemenkes RI juga menemukan 45 kasus varian Alfa (B117) dan 6 kasus varian Beta (B1351). Tiga varian ini termasuk dalam kategori 'Variant of Concern (VoC)'.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun memperingatkan bahwa varian Delta merupakan varian virus Corona yang sangat menular, bahkan yang paling kuat dibandingkan jenis lainnya.

"(Varian Delta) menjadi lebih mematikan karena lebih efisien dalam cara penularan antar manusia. Dan pada akhirnya akan menemukan individu-individu yang rentan yang akan menjadi sakit parah, harus dirawat di rumah sakit dan berpotensi meninggal," kata Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Dr Mike Ryan, dikutip dari CNBC, Selasa (22/6/2021).

Berikut sebaran virus Corona varian Delta di Indonesia per 20 Juni 2021.

  • Sumatera Selatan: 3 kasus
  • Banten: 2 kasus
  • DKI Jakarta: 57 kasus
  • Jawa Barat: 1 kasus
  • Jawa Tengah: 80 kasus
  • Jawa Timur: 10 kasus
  • Kalimantan Tengah: 3 kasus
  • Kalimantan Timur: 3 kasus
  • Gorontalo: 1 kasus.



Simak Video " Asal-usul Penyebutan Varian COVID-19 'Delta Plus'"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/naf)