Rabu, 23 Jun 2021 16:15 WIB

Kemenkes: 80 Persen Pasien di Wisma Atlet Belum Vaksin COVID-19

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Sejumlah kendaraan ambulans dan bus sekolah yang membawa pasien COVID-19 antre untuk masuk kawasan Rumah Sakit Darurat  COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, Jakarta, Kamis (10/6). Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Dr dr Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS, menyebut 80 persen pasien Corona yang dirawat di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet belum divaksinasi COVID-19. Menurutnya, ini menjadi bukti bahwa vaksin Corona bisa menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19.

"Kami dapat laporan dua minggu lalu di Wisma Atlet itu yang dirawat yang 80 persen itu belum divaksinasi, yang sudah divaksinasi itu 20 persen. Sebanyak 60 persennya masih dosis pertama, dan sisanya sudah dosis dua," kata dr Maxi dalam diskusi virtual, Rabu (23/6/2021).

"Jadi vaksinasi ini sudah membuktikan bahwa juga menurunkan angka kesakitan dan angka kematian," tambahnya.

Oleh karena itu, dr Maxi meminta seluruh kepala daerah untuk mempercepat vaksinasi COVID-19. Terlebih saat ini varian baru Corona telah menyebar ke berbagai wilayah Indonesia.

"Percepatan vaksinasi ini menjadi salah satu solusi kita menahan laju penyebaran COVID-19 khususnya varian-varian baru," ujarnya.

RSD Wisma Atlet sudah terisi 90 persen

Koordinator Humas RSD Wisma Atlet, Letkol TNI Laut M Arifin, mengatakan saat ini tingkat keterisian tempat tidur di tempatnya bertugas sudah mencapai 90 persen. Ia berharap banyak pasien Corona yang sembuh dari COVID-19, sehingga RSD Wisma Atlet tidak semakin penuh.

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus COVID-19 yang lebih besar lagi, Arifin menyebut pihaknya tengah mempersiapkan rumah susun (rusun) Nagrak di Cilincing, Jakarta Utara, sebagai tempat karantina pasien Corona.

"Untuk saat ini 90 persen terisi keterisiannya. Jadi tinggal 9,22 persen. Yang nanti mudah-mudahan hari ini banyak yang bisa dipulangkan pasiennya, sehingga bisa gantian untuk masuk yang baru," jelas Arifin.

"Tower di Nagrak juga segera bisa diaktifkan semua, sehingga bisa menampung pasien-pasien yang tidak bisa tertampung di RSD Wisma Atlet, khusus yang gejala ringan dan tanpa gejala," tuturnya.



Simak Video "Kemenkes Jelaskan Alasan Lambannya Vaksinasi di Daerah"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)