Kamis, 24 Jun 2021 14:37 WIB

Sempat Langka, Stok Oksigen DIY Kini Dipastikan Aman 3-4 Hari ke Depan

Heri Susanto - detikHealth
Penjual oksigen isu ulang mengecek perangkat tabung oksigen di kawasan Klitren, Kota Yogyakarta, Rabu (23/6/2021). Foto: PIUS ERLANGGA
Yogyakarta -

Pemerintah daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan Kamis (24/6) malam ini, tangki oksigen kiriman dari Jakarta sekitar 45 ton tiba di DIY untuk mengatasi kelangkaan stok. Sementara, akhir pekan ini tangki stok oksigen dari Surabaya juga akan langsung dibawa ke 27 rumah sakit rujukan COVID-19 di DIY.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, pihaknya sudah bertemu dengan PT Samator selaku distributor oksigen. Dari hasil komunikasi, perusahaan tersebut langsung mencarikan tangki yang bisa membawa oksigen ke DIY.

"Kita sudah mendapatkan kiriman, sekarang posisi kehidupan itu kan berangkat dari Jakarta walaupun perusahaannya ada di Kendal tetapi posisi kontainer (tangki) yang itu sekarang ada di Jakarta dan sekarang ke sini Jadi nanti datang di Yogya tidak dalam bentuk tabung-tabung kecil tetapi masih dalam bentuk di dalam tangki itu menurut perkiraan nanti malam," kata Aji saat diwawancarai di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Kemantren Danurejan, Kamis (24/6/2021).

Dari pasokan oksigen tersebut, dirinya memperkirakan dalam tiga sampai empat hari ke depan tidak akan ada kelangkaan oksigen di rumah sakit.

"Saya kira untuk 3-4 hari ke depan saya kira masih cukup nanti Samator juga akan mendatangkan yang dari Surabaya," jelasnya.

Aji menegaskan, pihaknya mengupayakan oksigen ini untuk di rumah sakit terlebih dahulu, sesuai dengan kebutuhan yang mendesak di rumah sakit. Sementara untuk di agen atau penjual langsung, menjadi kewenangan distributor.

"Kami fokus di rumah sakit terlebih dahulu sesuai kebutuhan yang mendesak. Pihak distributor sedang mengatur jadwal (pasokan ke agen)," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kelangkaan oksigen terjadi di DIY. Pihak rumah sakit sampai harus mencari ke agen-agen penjual untuk bisa mencukupi kebutuhan oksigen pasien.

"Kami sudah tidak punya stok. Rumah sakit banyak yang tanya juga. Tapi mau bagaimana kondisinya dari produsen memang untuk mencukupi kebutuhan rumah sakit dahulu," kata Ninda Oktaviani, pemilik Ninda Oksigen.



Simak Video "Kebutuhan Oksigen untuk Pasien COVID RI Tembus 2.000 Ton per Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)